BONTANGPOST.ID, Bontang – Sejumlah saluran drainase di Kota Bontang mulai dinormalisasi untuk mengantisipasi genangan saat hujan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melalui Tim Pasukan Pengelupas Sedimen dan Bersih Sungai (Panbers) melakukan pembersihan di tiga lokasi, Rabu (30/9/2026).
Pembersihan menyasar Jalan KS Tubun Gang Vulkanik 1, Jalan Asmawarman, Kelurahan Gunung Telihan, serta Jalan Pattimura RT 14, Kelurahan Api-Api.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, pemeliharaan saluran dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi sebelum intensitas hujan meningkat.
“Pemeliharaan dan normalisasi terus kami genjot secara bertahap di titik-titik krusial. Tujuannya bukan sekadar membersihkan parit, melainkan mengembalikan kapasitas daya tampung saluran agar potensi genangan air bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujar Cholis.
Di Jalan KS Tubun Gang Vulkanik 1, petugas mengangkat endapan lumpur yang membuat saluran mengalami pendangkalan. Pekerjaan tersebut dibantu satu unit dump truck dan mobil pompa air untuk mempercepat proses pembersihan sekaligus pengangkutan material.
Sementara itu, pembersihan di Jalan Asmawarman difokuskan pada rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar sempadan sungai. Puluhan tenaga harian lepas (THL) dikerahkan untuk membersihkan vegetasi yang berpotensi menghambat aliran air dan menahan sampah.
Adapun di Jalan Pattimura RT 14, petugas mengangkut sedimen yang bercampur sampah rumah tangga dari saluran drainase. Pembersihan dilakukan bersama armada truk sampah karena kondisi saluran berada di kawasan permukiman.
Cholis mengatakan, upaya menjaga fungsi drainase harus dilakukan sebelum terjadi genangan. Menurutnya, saluran yang terpelihara dapat membantu mengantisipasi peningkatan debit air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Penanganan drainase tidak bisa menunggu air meluap baru kita bergerak. Karena itu, pemeliharaan berkala sangat mutlak agar kapasitas saluran tetap mampu menampung lonjakan debit air hujan,” tegasnya.
Selain pekerjaan pemerintah, Cholis meminta masyarakat turut menjaga kebersihan saluran dengan tidak menjadikan parit maupun sungai sebagai tempat membuang sampah.
“Pemerintah akan terus bekerja sesuai skala prioritas di lapangan. Namun, langkah ini hanya efektif jika masyarakat ikut menjaga dengan tidak membuang sampah ke parit atau sungai. Begitu parit dangkal akibat sampah, dampaknya akan kembali dirasakan oleh warga sendiri,” pungkasnya. (ak)







