BONTANGPOST.ID, Bontang – Pengusaha fashion berinisial HR yang dilaporkan atas dugaan investasi bermasalah di Bontang belum memenuhi dua panggilan penyidik Polres Bontang. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Putu Ari Sanjaya mengatakan, HR masih berstatus terlapor. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi untuk mendalami laporan tersebut.
“Ini masih pengumpulan barang bukti dan saksi, dan saat ini masih lidik. Terlapor ini kurang kooperatif, sudah dua kali dipanggil, tetapi belum hadir,” ujar AKP Putu melalui Kanit Tipidum Ipda Markus Sihotang, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan apabila bukti dan keterangan yang diperlukan telah mencukupi. Proses selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Putu juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat sebelum menanamkan modal dalam suatu usaha. Tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat perlu ditelusuri, terutama terkait kejelasan usaha dan risiko yang mungkin timbul.
“Jangan mudah percaya menaruh investasi, apalagi yang tidak terpercaya,” pungkasnya.
Sebelumnya, enam warga Bontang melaporkan perempuan berinisial HR ke Polres Bontang terkait dugaan investasi bermasalah. Dana yang mereka setorkan melalui tawaran investasi usaha dana pinjaman dan pakaian disebut belum dikembalikan sesuai kesepakatan.
Para pelapor mengaku tertarik karena dijanjikan keuntungan sebesar 10 persen setiap bulan. Namun, sejumlah korban menyebut pembayaran keuntungan terhenti, sementara modal yang telah disetorkan belum dikembalikan.
Salah satu korban, NM, warga Kelurahan Tanjung Laut Indah, mengaku menyetorkan modal sebesar Rp40 juta pada awal Agustus 2026 untuk investasi usaha pakaian. Ia kemudian menambah dana Rp20 juta sehingga total uang yang diserahkan mencapai Rp60 juta.
Namun, pada 7 September 2026, NM mengaku tidak menerima keuntungan maupun pengembalian modal sebagaimana yang dijanjikan.
Keluhan serupa disampaikan RN (26), ibu rumah tangga warga Kelurahan Tanjung Laut. Ia mengaku memiliki dua investasi yang ditawarkan oleh HR, dengan total modal mencapai Rp39,8 juta. (*)







