BONTANGPOST.ID, Bontang – Material sisa pembangunan turap di aliran sungai Gang Atletik 21, RT 14, masih berserakan meski proyek tersebut telah rampung sejak awal 2025.
Kondisi itu dikhawatirkan menghambat aliran air, terutama saat hujan deras. Tumpukan batu dan patok bekas pekerjaan dinilai berpotensi menjadi tempat lumpur mengendap di dasar sungai.
Pantauan Bontang Post di lokasi, sejumlah batu masih terlihat di sepanjang aliran sungai. Beberapa patok kayu juga masih tertancap di dasar sungai, sementara tumbuhan liar memenuhi sebagian bantaran.
Salah seorang warga RT 14 yang enggan disebutkan namanya mengatakan, material tersebut belum dibersihkan sejak pembangunan turap selesai. Warga khawatir kondisi itu memperparah endapan lumpur ketika banjir terjadi.
Menurutnya, pembersihan tidak cukup dilakukan secara manual. Diperlukan alat berat untuk mengangkat material yang masih tertinggal di dasar sungai.
“Sudah ngadu ke kelurahan, dikunjungi wali kota, hingga dinas. Masih sampai sekarang enggak dibersihkan,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, pembersihan sungai tersebut akan dimasukkan dalam daftar pekerjaan pada anggaran perubahan.
Pihaknya berencana mengerahkan Pasukan Bersih Sungai (Panbers) untuk membersihkan material yang tersisa. Upaya tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami akan masukkan daftar yang akan dibersihkan. Insyaallah sebelum intensitas hujan tinggi, kita bersihkan dan kita kerjakan,” pungkasnya. (*)







