BONTANGPOST.ID, Bontang – PT Kaltim Parna Industri (KPI) meresmikan pabrik karbon dioksida cair atau Liquid CO₂ (LCO₂) di Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kamis (22/10/2026). Pembangunan fasilitas ini menjadi langkah perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan produk samping atau by-product dari proses produksi amoniak.
KPI merupakan unit usaha petrokimia Parna Raya Group yang telah mengoperasikan pabrik amoniak di kawasan tersebut sejak 2001. Perusahaan berupaya mengolah CO₂ yang dihasilkan dari proses industri menjadi produk bernilai komersial sekaligus mendukung upaya pencegahan pemanasan global dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, KPI menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan engineering, procurement, and construction (EPC) dalam negeri, PT Tripatra Engineers & Constructors, pada Agustus 2024. Pembangunan pabrik LCO₂ kemudian dimulai pada 23 Agustus 2024.
Fasilitas tersebut berhasil menghasilkan produk perdana atau first drop pada Sabtu (10/10/2026) pukul 16.04 WITA, sebelum diresmikan pada 22 Oktober 2026.
Produk LCO₂ yang dihasilkan memiliki standar industrial grade dan food grade. Dengan spesifikasi tersebut, produk ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sektor pangan dan industri hingga lingkungan serta pertanian.

Penggunaannya antara lain untuk karbonasi minuman, pengawetan pangan, pengolahan air (water treatment), hingga penangkapan karbon (carbon capture). Kehadiran pabrik ini juga diharapkan dapat mendukung kebijakan hilirisasi industri nasional, menyediakan pasokan CO₂ cair berkualitas untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, serta berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Presiden Direktur KPI Charles A. Simbolon mengatakan, peresmian pabrik LCO₂ menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung hilirisasi dan keberlanjutan industri nasional melalui pemanfaatan produk samping menjadi materi yang berdaya guna.
“Peresmian Pabrik LCO₂ ini merupakan tonggak penting bagi PT Kaltim Parna Industri dalam mendukung program Pemerintah berupa hilirisasi dan keberlanjutan industri nasional dan untuk pemanfaatan by-product menjadi materi berdaya guna. Kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan industri dan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata mencegah pemanasan global, menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Charles.
Sementara itu, Project Director KPI Nahot P. Napitupulu menyampaikan, pembangunan pabrik tersebut melibatkan tenaga kerja dalam negeri, termasuk karyawan KPI dari berbagai disiplin ilmu dan departemen.
“Proyek Pembangunan ini melibatkan tenaga kerja seluruhnya dari dalam negeri melibatkan sejumlah karyawan KPI multidisiplin, multi departemen. Semuanya mencurahkan energi dan pikiran serta keahlian terbaik sesuai bidang masing-masing. Putra putri Indonesia mengerahkan kemampuan terbaik dalam Pembangunan pabrik CO2 cair yang pertama di Pulau Kalimantan atau Indonesia Timur,” ungkap Nahot. (*)







