BONTANGPOST.ID, Bontang – Setelah menjalani docking sejak Agustus lalu, KM Egon kembali masuk dalam jadwal pelayanan kapal Pelni di Pelabuhan Loktuan, Bontang. Sepanjang November 2026, kapal tersebut dijadwalkan melayani sejumlah perjalanan menuju Parepare hingga beberapa kota di Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.
Manajer Operasional PT Laut Bontang Bersinar (LBB), Jackthin Pamasi, mengatakan jadwal pelayaran kapal Pelni untuk November telah tersedia. Calon penumpang diimbau mencermati waktu kedatangan dan keberangkatan sebelum merencanakan perjalanan.
“KM Egon sudah kembali masuk dalam jadwal pelayaran November. Masyarakat bisa memperhatikan tanggal kedatangan dan keberangkatan yang telah diumumkan,” kata Jackthin.
Berdasarkan jadwal Pelni, KM Egon dijadwalkan tiba di Pelabuhan Loktuan pada Kamis (5/11/2026) pukul 23.00 Wita. Kapal kemudian bertolak pada Jumat (6/11/2026) pukul 02.00 Wita menuju Parepare.
Kapal yang sama kembali dijadwalkan singgah pada Minggu (8/11/2026) pukul 06.00 Wita. Keberangkatan dilakukan pukul 09.00 Wita dengan rute Parepare, Batulicin, Surabaya, Lembar, hingga Waingapu.
Agenda berikutnya tercatat pada Jumat (20/11/2026). KM Egon diperkirakan tiba pukul 08.00 Wita dan berangkat kembali pukul 14.00 Wita dengan tujuan Parepare.
Sementara itu, pada Minggu (22/11/2026), kapal dijadwalkan tiba pukul 18.00 Wita dan meninggalkan Pelabuhan Loktuan pukul 20.00 Wita. Rute pelayaran mencakup Parepare, Batulicin, Surabaya, Lembar, dan Waingapu.
“Penumpang sebaiknya mencocokkan tanggal perjalanan dengan jadwal kapal agar dapat mempersiapkan keberangkatan lebih awal,” ucapnya.
Selain KM Egon, KM Binaiya juga dijadwalkan melayani penumpang dari Pelabuhan Loktuan. Kapal tersebut diperkirakan tiba pada Senin (9/11/2026) pukul 08.00 Wita dan berangkat kembali pukul 11.00 Wita.
KM Binaiya melayani rute berbeda, yakni Parepare, Makassar, Labuan Bajo, Bima, hingga Benoa. Kedua kapal tersebut memberikan pilihan perjalanan laut bagi masyarakat yang hendak menuju sejumlah daerah di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali.
Jackthin mengingatkan masyarakat agar mencari informasi jadwal melalui sumber resmi dan menghindari pembelian tiket melalui calo.
“Informasi jadwal menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut. Jangan sampai membeli tiket di calo,” tegasnya.
Keberadaan jadwal kapal Pelni menjadi acuan bagi calon penumpang untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dengan tujuan perjalanan masing-masing. (ak)







