BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemadaman listrik berulang mulai membebani pelaku usaha kuliner di Kota Bontang. Selain menghambat operasional, kondisi ini berisiko merusak peralatan elektronik hingga membuat pelanggan membatalkan pesanan.
Ratna, pemilik Cafe Uttara di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, mengaku pemadaman listrik dalam sepekan bisa terjadi hingga dua kali. Dampaknya dirasakan langsung, terutama pada penggunaan mesin kopi dan freezer.
Bahkan, mesin kopi miliknya pernah mengalami kerusakan akibat pemadaman listrik. Biaya perbaikannya pun tidak sedikit, yakni hampir Rp7 juta untuk sekali servis.
“Ini mesin kopi sudah pernah rusak gara-gara mati listrik. Sekali servis mesin ini hampir Rp7 juta,” keluhnya saat ditemui, Jumat (30/10/2026).
Menurut Ratna, pemadaman listrik juga berpotensi menimbulkan kerugian ketika pelanggan sudah melakukan reservasi. Terlebih jika proses memasak telah dimulai, pemadaman membuat pelayanan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Pelanggan pun berpotensi membatalkan pesanan. Sementara itu, bahan makanan yang telanjur disiapkan berisiko terbuang.
“Apalagi kalau sudah masak terus mati listrik, pasti pelanggan langsung batalkan,” ungkapnya.
Keluhan tersebut kembali mencuat saat pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah Bontang, Jumat (30/10/2026). Cafe Uttara menjadi salah satu usaha yang terdampak penghentian sementara pasokan listrik.
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Bontang Kota, pemadaman dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 hingga 18.00 Wita. Gangguan pada sejumlah pembangkit disebut berdampak terhadap pasokan listrik di sebagian wilayah kerja PLN ULP Bontang Kota.
Adapun wilayah terdampak meliputi Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono, Jalan Pencak Silat, Jalan Pattimura, Jalan Kalimantan, Jalan Sulawesi, Jalan Flores, Jalan Tidore, Jalan Samosir, Jalan Maluku, KCY, Jalan KS Tubun, Jalan Koi, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Sultan Syahrir, hingga Jalan Pelabuhan.
Bagi pelaku usaha yang mengandalkan peralatan listrik, pemadaman bukan sekadar membuat aktivitas terhenti. Ada biaya operasional, risiko kerusakan peralatan, hingga potensi kehilangan pendapatan yang harus ditanggung.
Sementara itu, PLN menyatakan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan. Masyarakat juga diimbau menggunakan listrik secara bijak serta memantau perkembangan kondisi kelistrikan melalui kanal resmi PLN. (*)







