• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Solar Subsidi Tak Cukup, Nelayan Bontang Harus Berebut Jatah

by Dwi Kurniawan Nugroho
30 Oktober 2026, 18:52
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
SPBN Tanjung Limau yang melayani kebutuhan solar subsidi bagi nelayan Bontang. (Dwi Kurniawan Nugroho/Bontang Post)

SPBN Tanjung Limau yang melayani kebutuhan solar subsidi bagi nelayan Bontang. (Dwi Kurniawan Nugroho/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Keterbatasan pasokan solar subsidi di SPBN Tanjung Limau berdampak pada aktivitas nelayan di Bontang. Stok yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan kapal yang mengantre, sehingga jumlah pembelian BBM terpaksa dibatasi.

Seorang nelayan mengungkapkan, jatah solar untuk kapal dompeng bermesin 24 PK yang biasanya mencapai 150 liter kini turun menjadi 120 liter. Bahkan, nelayan terkadang tidak kebagian karena persediaan di SPBN sudah habis.

Menurutnya, pengurangan jatah tersebut cukup memberatkan, terlebih nelayan yang memiliki dokumen lengkap tetap tidak bisa membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Padahal dokumen ada. Tapi kuota dikurangi. Alasannya biar adil. Masalahnya kapal besar itu dapat banyak. Kami yang kapal kecil justru dipangkas,” keluhnya.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Syamsu Wardi membenarkan kondisi tersebut. Berdasarkan catatan DKP3, penjualan solar subsidi di SPBN Tanjung Limau sempat terhenti sejak Sabtu (24/10/2026) hingga Selasa (27/10/2026).

Baca Juga:  12 Kelompok Nelayan di Bontang Terima Bantuan Perikanan Tangkap Rp2,2 Miliar

Pasokan baru masuk pada Rabu (28/10/2026), tetapi volumenya hanya 8 kiloliter atau 8.000 liter. Padahal, kebutuhan nelayan yang telah mengantre mencapai 28 kiloliter. Artinya, masih terdapat kekurangan 20 kiloliter.

Situasi itu membuat DKP3 mengambil langkah pengaturan distribusi agar tidak memicu perselisihan antarnelayan. Pembagian dilakukan berdasarkan urutan kapal yang telah bersandar sejak 24 Oktober 2026, dengan jumlah pembelian disesuaikan pada stok yang tersedia dan kesepakatan bersama.

Kapal besar yang sebelumnya bisa membeli hingga 600 liter kini dibatasi menjadi 300 liter. Adapun kapal kecil memperoleh jatah bervariasi, mulai 120 hingga 200 liter untuk setiap perjalanan melaut.

“Kalau dibiarkan bisa konflik. Jadi kami ambil langkah antre sesuai jadwal sandar awal. Kemudian stoknya dibagi atas kesepakatan. Saat ini masih minus 20 kiloliter,” ungkap Syamsu.

Baca Juga:  Penyelewengan 1,4 Ton Solar Dijual ke Tambang dan Perkebunan Sawit

Saat ini, SPBN Tanjung Limau dikelola PT Bontang Surya Pratama (BSP). Perusahaan tersebut bekerja sama dengan PT Bontang Karya Utamindo (BKU), bagian dari Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ).

Di sisi lain, Pemkot Bontang juga tengah membenahi data penerima solar subsidi. DKP3 melakukan kurasi terhadap sekitar 400 data kapal nelayan yang terdaftar sebagai penerima BBM bersubsidi.

Secara keseluruhan, alokasi solar subsidi untuk nelayan Bontang mencapai 192 kiloliter atau 192.000 liter per bulan. Dalam kondisi normal, SPBN menerima pasokan sekitar 8.000 liter setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kurang lebih 400 kapal.

Besaran pembelian masing-masing kapal mengacu pada perhitungan sistem XStar milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah daerah tidak menentukan sendiri jumlah liter yang dapat dibeli nelayan.

Baca Juga:  Pengawas SPBU Bontang Bantah Ada Praktik Curang Pengetap Solar

Setelah data kapal dan kebutuhan nelayan dimasukkan ke sistem, aplikasi akan menghitung alokasi pembelian, baik untuk kebutuhan harian maupun setiap perjalanan melaut.

Namun, Syamsu mengakui, hasil perhitungan dalam aplikasi tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan nelayan di Bontang.

“Kuota berbeda. Di sistem XStar milik ESDM. Tapi kalau mengikuti jatah aplikasi, kuota kita juga tidak cukup,” pungkasnya. (*)

Tags: nelayan bontangsolar subsidi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

Next Post

Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

Related Posts

Penantian Berakhir Duka, Istri Jainuddin Tak Kuasa Berdiri saat Hendak Menjemput Jenazah Suaminya
Bontang

Penantian Berakhir Duka, Istri Jainuddin Tak Kuasa Berdiri saat Hendak Menjemput Jenazah Suaminya

18 Agustus 2026, 17:21
Nelayan Bontang Kuala Jainuddin Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Kutim
Bontang

Nelayan Bontang Kuala Jainuddin Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Kutim

18 Agustus 2026, 15:19
Mesin Kapal Ditemukan, Pencarian Nelayan Bontang Kuala Jainuddin Terus Berlanjut
Bontang

Mesin Kapal Ditemukan, Pencarian Nelayan Bontang Kuala Jainuddin Terus Berlanjut

15 Agustus 2026, 16:38
Perjuangan Nelayan Bontang: 11 Hari Terombang-ambing di Laut, Minum Air Hujan
Bontang

Perjuangan Nelayan Bontang: 11 Hari Terombang-ambing di Laut, Minum Air Hujan

3 April 2026, 13:30
Nelayan Bontang yang Sempat Hilang Akhirnya Pulang dengan Selamat
Bontang

Nelayan Bontang yang Sempat Hilang Akhirnya Pulang dengan Selamat

2 April 2026, 13:43
12 Kelompok Nelayan di Bontang Terima Bantuan Perikanan Tangkap Rp2,2 Miliar
Bontang

12 Kelompok Nelayan di Bontang Terima Bantuan Perikanan Tangkap Rp2,2 Miliar

13 Maret 2026, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.