bontangpost.id – Pengawas SPBU Kota Bontang kompak membantah adanya praktik curang pengetap solar.
Diberitakan sebelumnya, salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, hasil berbincang dengan sopir yang mengantre, umumnya mereka mengaku pengetap solar.
Bahkan, ada bos yang memberi upah terhadap sopir tersebut. Narasumber merupakan warga yang tinggal di dekat salah satu SPBU di Bontang.
Tak hanya itu, beberapa sopir itu memberikan sedikit upeti kepada oknum petugas SPBU. Sehingga mendapatkan kesempatan untuk membeli yang kedua kalinya. Dia menuturkan, beberapa kendaraan itu berada dalam satu koordinasi. “Karena kendaraan yang antre tiap harinya itu-itu saja,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Pengawas SPBU Kilo 3 Amirudin membantah kabar tersebut. Ia menyebut informasi itu tidak benar.
“Terus terang saya panas kalau ada laporan seperti itu. Harusnya kalau memang warga melapor itu disertai bukti. Kami bekerja juga menggunakan sistem,” ucap Amir saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/6/2022).
Dengan lantang dia menyampaikan bahwa pihaknya berani menjamin di SPBU kilometer 3 tidak ada praktik pengetap solar. Bahkan ia juga menjamin tidak ada truk yang mengantre berulang kali dalam sehari. Sebab dalam pengisian tiap truk dicatat jenis kendaraan, plat nomor, hingga nomor telepon.
“Saya jamin di sini tidak ada. Saya juga punya bukti baik itu rekaman CCTv maupun record pengisian solar. Kalau mereka mau ngisi bolak-balik tidak mungkin karena antreannya saja panjang,” tegasnya.
Dikatakan Amir, bila terjadi praktik pengetapan solar yang melibatkan pihak SPBU, ia tidak segan untuk memberikan Surat Peringatan (SP) bahkan sanksi tegas. “Kalau saya temukan langsung saya SP,” ujarnya.
Hal senada turut dilontarkan Pengawas SPBU Tanjung Laut Hermansyah. Ia menampik adanya praktik curang pengetap solar di SPBU yang ia kelola.
“Kami akui ada beberapa truk yang sama mengantre solar setiap hari. Kalau pengetap saya kira tidak ada. Sebab jatah solar kami pun dibatasi,” aku Herman. (*)







