BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemadaman listrik yang berlangsung pada Senin (2/11/2026) malam tak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha. Jadwal tersebut juga bertepatan dengan pelaksanaan program Wajib Belajar (WAJAR) yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah mulai pukul 19.00 hingga 21.00 Wita.
Kondisi ini membuat sejumlah orang tua kebingungan. Mereka harus mencari lokasi alternatif dengan penerangan memadai agar anak tetap bisa belajar selama listrik padam.
Tia, warga RT 07 Kelurahan Bontang Baru, mengaku sempat berencana membawa anaknya ke rumah mertua. Namun, rencana itu urung dilakukan karena wilayah tersebut ternyata juga mengalami pemadaman.
Akhirnya, ia mempertimbangkan mencari kafe yang masih memiliki pasokan listrik. Menurutnya, lampu darurat tidak cukup mendukung anak untuk belajar dengan nyaman.
“Mau ke tempat mertua juga mati listrik. Mau enggak mau cari kafe yang nyala, soalnya lampu emergency juga enggak bagus buat belajar,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Tia juga mengaku khawatir anaknya mendapat teguran karena berada di luar rumah saat jam WAJAR. Padahal, ia hanya ingin memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meski lingkungan tempat tinggalnya gelap.
“Takutnya diangkut atau ditegur, tapi mau bagaimana lagi listrik sedang padam, kita enggak punya genset,” keluhnya.
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Bontang Kota, pemadaman berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 Wita. Sejumlah wilayah terdampak meliputi Jalan Pierre Tendean, Awang Long, Boulevard, Basalt, Pattimura, KS Tubun, kawasan Atletik, Bontang Kuala, Jalan Koi, Sam Ratulangi, Sultan Syahrir hingga Pelabuhan.
Dampaknya juga dirasakan pelaku usaha yang mengandalkan aktivitas pelanggan pada malam hari. Refa, pemilik Kafe 4 Ever di Jalan Awang Long, mengatakan harus menutup usahanya lebih awal, sekitar pukul 19.00 Wita.
Padahal, malam hari menjadi salah satu waktu bagi usaha kuliner untuk memperoleh pelanggan. Pemadaman membuat aktivitas kafe tidak bisa berjalan seperti biasanya.
“Rugi, Mas, kalau begini. Siapa yang mau nongkrong,” ungkapnya.
Dalam pengumumannya, PLN menyebut pemadaman terjadi akibat gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap sebagian wilayah kerja PLN ULP Bontang Kota.
PLN menyatakan tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan sekaligus meminimalkan dampak kepada pelanggan. Masyarakat juga diimbau menggunakan listrik secara bijak selama proses pemulihan berlangsung.
Perkembangan kondisi kelistrikan selanjutnya akan disampaikan melalui kanal resmi PLN.







