Lomba Tata Kelola Mutu Sekolah Tingkat SMP
SANGATTA – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Sangatta Utara berhasil meraih juara III nasional dalam Lomba Tata Kelola Mutu Sekolah tingkat SMP, yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdasmen) selama empat hari, yakni Senin (7/8) hingga Kamis (10/8) lalu.
Kepala SMPN I Sangatta Utara Sugiri menjelaskan, untuk meraih juara dalam lomba tata kelola mutu tidak mudah. Pasalnya, untuk meraihnya harus melalui proses yang cukup panjang. Seperti yang dilakukan SMPN I saat mengikuti lomba tersebut, diawali dengan mengikuti seleksi dengan mengajukan instrumen tata sekolah Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang diikuti sebanyak 38 ribu SMP se-Indonesia.
“Dari tahap seleksi ini jumlah sekolah akan dikerucutkan lagi menjadi 514, 152 hingga 103. Namun saat lolos dengan jumlah 514, maka sekolah tersebut akan diberikan SK sekolah rujukan dan akan mendapat anggaran dari Dikdasmen untuk pembinaan,” jelasnya, Senin (13/8) lalu.
Sugiri mengatakan, setelah lolos seleksi tahap tersebut, selanjutnya tim penilai akan terjun (visitasi) ke lapangan selama tiga hari untuk melihat langsung sekolah yang lolos seleksi di tahap pertama. Tim tersebut terdiri dari unsur Direktorat Dikdasmen, BPK Pusat, dan perguruan tinggi yang ditunjuk.
Setelah itu usai, maka berlanjut ke tahap terakhir yakni persentasi. Dalam persentasi tersebut, ada delapan standar pendidikan yang harus dipenuhi atau dipersentasikan. Meliputi standar isi, proses (yakni proses menjalankan kurikulum tersebut), Standar Kompetensi Kelulusan (SKL), pengelolaan sekolah, Sarana dan prasarana, pembiayaan sekolah, penilaian sekolah, tenaga pendidik (Tendik), dan program sekolah berupa pengayaan.
“Saat persentasi saya tidak membawa berkas atau file, karena kami memiliki web, www.smpn1sangatta. sch.id . Di situ semua lengkap, apa pun yang diminta pihak panitia lomba sudah kami siapkan,” tuturnya.
Dikatakan Sugiri untuk penilaian program pengayaan di sekolah, di SMPN I sudah berjalan dan sinergi dengan penilaian tersebut. Seperti setiap pagi hari sebelum pukul 07.00 Wita selalu menggelar upacara penaikan bendera dan pukul 14.00 Wita penurunan.
Kemudian memberdayakan siswa kelas VIII dengan membentuk polisi rokok yang didukung pula sekolah menjadi wilayah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pojok Baca kelas dan sekolah, Lingkungan sekolah yang Literat, membentuk piket lingkungan (piling) yang bertugas membersihkan lingkungan sekolah, penerapan pembiayaan swakelola sekolah, memasang di setiap sudut sekolah CCTV keculai di UKS dan Toilet, memiliki kelas Kristen, serta memiliki kelas inklusi atau kelas untuk anak berkebutuhan khusus yang sudah dilegalkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim dan Provinsi Kaltim.
“Di sekolah ini terdapat juga forum komunikasi kelas (FKS) yang di dalamnya adalah para orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah. Jadi sekolah sangat terbantu dengan hadirnya mereka, karena baik di setiap kegiatan atau program yang dibutuhkan sekolah FKS selalu peduli dan siap membantu,” ungkapnya.
Dia menambahkan, setelah berhasil menjadi juara III, SMPN I kini memiliki tugas yang lebih berat lagi. Yakni memberi imbas capaian yang diraih minimal kepada lima sekolah lain di Kutim guna pemenuhan 8 SNP dengan tata kelola mutu sekolah. Dalam hal ini, pihak sekolah akan bekerja sama dengan Disdik Kutim untuk menentukan sekolah yang laik untuk menuju Tata Kelola Sekolah Mutu di tingkat nasional selanjutnya.
“Tentunya dalam penghargaan ini, bukan hanya pencapaian kepala sekolah. Ini semua berkat berkolaborasi dengan guru, Tata Usaha (TU), para siswa, orang tua siswa, FKS, Disdik Kutim serta Provinsi Kaltim, dan Pemkab Kutim tentunya,” pungkasnya. (ver/sos)







