Landasi Perbedaan dengan Kasih, Himbau Tidak Mudah Terprovokasi
BONTANG – Kemarin (7/9), Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengukuhkan 18 orang yang tergabung dalam Pemuda Lintas Agama (Pelita) di Auditorium Kantor Wali Kota Lama. Dalam sambutannya, ia meminta agar pengurus Pelita yang dipimpin oleh Saiful Anwar ini, tidak mudah terpancing dengan provokasi pihak lain.
“Pelita Kota Bontang tidak mudah terprovokasi dengan krisis yang ada di Rohingnya, jangan melakukan stigmatisasi pada anak-anak muda. Mentang-mentang disana seperti itu, kita tidak boleh stigmatisasi terhadap agama, karena kita sudah sepakat di sini untuk saling menyayangi saling menghormati antara yang satu dengan yang lain,” ungkapnya.
Selain konflik Rohingnya, permasalahan terkait inflasi perekonomian juga bisa menjadi bahan provokasi. Ia mewanti-wanti kepada pengurus terkait tertangkapnya kelompok Saracen, yang melakukan provokasi melalui isu SARA beberapa waktu lalu, untuk bijak dalam menggunakan sosial media.
“Begitu mudahnya sosial media, dunia tanpa batas, saya harap jaga kondusivitas daerah. Pelita menjadi garda terdepan terhadap segala bentuk provokasi,” tambahnya.
Sehubungan dengan perbedaan yang ada, Neni – begitu akrab disapa – menganggap hal tersebut merupakan kekhasan Indonesia. Ia berpendapat agar tidak terjadi perpecahan, harus memiliki sikap saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.
“Berbicara lintas agama ada perbedaan, tetapi jangan membuat kita terpecah belah. Dilandasi dengan kasih sayang, Insya allah akan menjadi hal yang begitu indahnya. Tugas sebagai pengurus pelita buktikan, bahwa kalian membuat indah dan nyaman dalam lintas perbedaan,” katanya.
Bontang adalah kota ketiga di Kaltim yang membentuk Pelita. Dengan masa jabatan lima tahun. Neni berharap untuk bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan semboyan Kota Taman.
“Seperti pidato Bung Karno, berikan aku 10 pemuda akan kuguncangkan dunia. Masak ada 18 tidak dapat mengguncang Bontang dengan baik,” ucapnya.
Adapun pengurus Pelita bertugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh pemuda, menampung aspirasi ormas pemuda keagamaan dan aspirasi pemuda, menyalurkan aspirasi ormas pemuda keagamaan dan pemuda dalam bentuk rekomendasi, sebagai bahan kebijakan ketua FKUB dan wali kota, serta melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan, yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat.
Acara pelantikan pengurus Pelita ini dirangkaikan dengan sosialisasi pemuda lintas agama. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Basri Rase dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang, H Umar. (*/ak)







