BONTANG – Selama operasi zebra berlangsung, terdapat lima kecelakaan yang terjadi. Hal itu berakibat jatuh korban sebanyak empat orang luka ringan, satu luka berat, dan satu meninggal dunia.
Kapolres Bontang melalui Kasat Lantas AKP Irawan Setyono mengatakan, korban meninggal dunia terjadi di jalan poros Bontang–Samarinda, dimana merupakan pengendara kendaraan sepeda motor. Pengendara roda dua ini melanggar garis marka dan melambung di tanjakan, sehingga terjadi kecelakaan ketika ada kendaraan lain yang berlawanan arah muncul dari turunan tanjakan tersebut.
“Kami imbau buat pengendara roda dua, untuk berhati-hati terutama apabila berkendara ke luar kota. Kami menyarankan untuk menggunakan kendaraan roda empat atau umum, karena kendaraan roda dua ini tidak didesain untuk berpergian jarak jauh,” kata AKP Irawan Setyono.
Menurutnya, psikis pengendara ketika menggunakan kendaraan roda dua akan menurun bila melebihi dari jam berkendaraan. Apalagi jika kondisi pengendara dalam situasi tidak fit, maka konsentrasi akan terganggu.
“Konsentrasi kurang mendukung dapat mengakibatkan kejadiaan kecelakaan yang berakibat fatal,” tambahnya
Sedangkan untuk luka berat dan luka ringan, kejadian terjadi di dalam kota Bontang. Terdapat kerugian akibat kecelakaan tersebut, namun saat ini masih dalam proses penyidikan.
“Kami masih menunggu bagaimana hasil dari penyidik dalam menyelesaikan berkas perkaranya,” ujarnya.
Pelaksanaan operasi zebra berakhir pada tanggal 14 November lalu, kegiatan ini berjalan selama dua minggu. Tercatat 683 pelanggaran yang terjadi dalam operasi zebra periode ini. (*/ak)







