BEREDARNYA kabar diundurnya sebagian jemaah umrah Travel Abu Tours sempat dikhawatirkan sebagian jemaahnya. Rasa was-was tak jadi ke tanah suci pun sempat membayang-bayangi mereka. Meski begitu, mereka masih tetap optimistis akan berangkat.
“Iya sempat kaget karena ada pemberitaan di televisi dan media nasional,” ujar Sidin, salah satu calon jemaah.
Sidin mengaku, sudah menyetor uang sebesar Rp 18 juta untuk jadwal keberangkatan Maret mendatang. Kekhawatiran yang sempat dia rasakan lantaran mundurnya jadwal keberangkatan Januari. Sehingga bisa jadi juga ikut berimbas untuk keberangkatan Maret. “Semoga saja tidak ikut diundur,” harapnya.
Kepada Bontang Post, dia menceritakan awal dirinya bisa ikut mendaftar di Abu Tours lantaran ajakan dari salah satu keluarganya. Karena diajak oleh keluarga, sehingga dia dan istrinya pun berminat ikut mendaftar. Saat ini, dia sedang fokus mempersiapkan keberangkatannya yang tersisa kurang lebih sebulan lagi. Jika nantinya memang tidak jadi atau diundur keberangkatannya, baru dia akan bergerak secara persuasif kepada agennya.
“Kami juga sudah dikirimkan surat permohonan dari Abu Tour yang intinya diminta bersabar karena ada penjadwalan ulang akibat kenaikan pajak di Arab Saudi,” jelasnya.
Sementara itu jemaah lainnya bernama Thalib berujar, jika kabar Abu Tours yang gagal memberangkatkan jemaah umrohnya hanya ingin menjatuhkan Abu Tours saja. Pasalnya saat ini Abu Tours memiliki jemaah terbanyak di Indonesia. “Tidak benar itu,” ucapnya.
Dia menyebut, berdasarkan informasi yang dia dapat dari agen tempat dia mendaftar, jika keterlambatan keberangkatan di Januari ini karena ada penyesuaian dengan kebijakan Arab Saudi yang menaikkan pajak 5 persen. Sehingga keberangkatan harus ditunda.
“Saya tetap optimistis berangkat Maret nanti,” ucapnya.
Thalib sendiri sudah menyetorkan uang sebanyak Rp 17,5 juta. Kata dia, harga tersebut merupakan harga promo yang dikeluarkan oleh agen Abu Tours di Balikpapan. Saat dirinya mendapat tawaran harga promo, Thalib pun langsung mengajak istri, anak dan keluarganya yang semuanya berjumlah 12 orang untuk ikut mendaftar bersama.
“Rencana kalau bagus pelayanannya nanti selama di tanah suci, saya berminat menjadi agen,” tukasnya. (bbg)







