• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Tekanan Darah Tinggi pada Kehamilan

by M Zulfikar Akbar
27 Februari 2018, 10:48
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
dr. Deti Fitria

dr. Deti Fitria

Share on FacebookShare on Twitter

Angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia masih menjadi satu masalah yang wajib kita tuntaskan bersama. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017, angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2015 mencapai angka 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDGs) yaitu 102 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.

Tiga penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan (30%), tekanan darah tinggi pada kehamilan (25%), dan infeksi (12%). WHO memperkirakan kasus tekanan darah tinggi pada kehamilan tujuh kali lebih tinggi di negara berkembang daripada di negara maju. Kecenderungan yang ada dalam dua dekade terakhir ini tidak terlihat adanya penurunan yang nyata terhadap angka kejadian tekanan darah tinggi pada kehamilan, berbeda dengan angka kejadian infeksi yang semakin menurun sesuai dengan perkembangan temuan antibiotik.

Tekanan darah tinggi pada kehamilan tidak hanya berdampak bagi kesehatan ibu namun juga pada bayi yang dilahirkan. Ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi saat hamil dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung iskemik, maupun stroke. Sedangkan pada bayi yang dilahirkan dapat meningkatkan risiko bayi lahir sebelum waktunya, persalinan dini, dan pertumbuhan janin terhambat.

Kualitas penanganan dari tekanan darah tinggi pada kehamilan masih beragam di tiap fasilitas kesehatan. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, belum ditemukan teori penyebab pasti dari penyakit ini. Maka dari itu, butuh kerjasama menyeluruh antara petugas kesehatan dan juga ibu yang sedang hamil, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala penyakit ini dengan meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit ini serta dengan rajin memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan terdekat secara rutin.

Seorang ibu dikatakan mengalami tekanan darah tinggi pada kehamilan apabila tekanan darahnya lebih dari sama dengan 140/90 mmHg pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Selain itu juga ditemukan adanya protein di dalam air kencing ibu, dengan nilai lebih dari +1. Kedua keluhan ini baru muncul dikarenakan kehamilan sang ibu. Dengan kata lain, sebelum hamil sang ibu tidak memiliki keluhan-keluhan tersebut. Gangguan organ yang terjadi tidak hanya ditemukannya protein dalam air kencing, tekanan darah tinggi juga bisa disertai gangguan organ lainnya seperti peningkatan trombosit, gangguan organ hati, sesak, pandangan kabur, sakit kepala, nyeri ulu hati, atau bahkan gangguan pada perkembangan janin.

Pencegahan tekanan darah tinggi pada kehamilan dibagi menjadi 3, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer artinya menghindari terjadinya penyakit. Pencegahan sekunder dalam konteks preeklampsia berarti memutus proses terjadinya penyakit yang sedang berlangsung sebelum timbul gejala atau kedaruratan klinis karena penyakit tersebut. Pencegahan tersier berarti pencegahan dari komplikasi yang disebabkan oleh proses penyakit, sehingga pencegahan ini juga merupakan tata laksana.

Pada upaya pencegahan primer, ibu hamil dapat memeriksakan kandungannya agar petugas kesehatan dapat melakukan skrining terhadap factor risiko yang ada pada ibu. Factor risiko yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada kehamilan antara lain usia ibu yang diatas 40 tahun, riwayat persalinan terlalu sering, kehamilan pertama oleh pasangan baru, jarak antar kehamilan yang terlalu dekat, riwayat tekanan darah tinggi pada kehamilan sebelumnya, kehamilan kembar, obesitas sebelum hamil, penyakit gula, penyakit ginjal, dan lain-lain. Faktor risiko yang telah diidentifikasi dapat membantu dalam melakukan penilaian risiko kehamilan pada kunjungan awal pemeriksaan kehamilan.

Pencegahan sekunder dan tersier dilakukan apabila ibu telah memperlihatkan gejala dan tanda tekanan darah pada kehamilan. Dua pencegahan ini biasanya dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan pertama atau rumah sakit dan dilakukan oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dengan kata lain, ibu hamil memiliki peranan penting pada pencegahan primer, dimana sang ibu sendiri lah yang berinisiatif memeriksakan kandungannya untuk mengetahui apakah terdapat factor risiko atau tidak. Sehingga pencegahan sekunder maupun tersier dapat dilakukan lebih awal. Dengan demikian akan menurunkan angka kesakitan maupun kematian di kemudian hari.

Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan ibu hamil terkait penyakit tekanan darah tinggi pada kehamilan ini, dapat pula meningkatkan kewaspadaan ibu terhadap kehamilannya sendiri. Sehingga berdampak baik pada ibu dan bayi, serta menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak di Indonesia. (*)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Mahasiswa Tuntut Polisi Minta Maaf

Next Post

Musrenbang TLI Hasilkan 206 Usulan

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.