BONTANG – Harapan Pemerintah Kota Bontang untuk mewujudkan generasi penerus yang cerdas secara intelektual dan spiritual tidak hanya angan semata. Sinergis dengan Misi Kota Bontang, Smart City, SMP YPVDP kembali berhasil mencetak 220 siswa penghafal Al Quran, Alkitab, Weda dan Tripitaka di tahun ke-2 ini.
Adapun rinciannya, penghafal Al Quran juz 1, 2, 3, 29 dan 30 sebanyak 150 siswa. Sedangkan untuk Agama Kristen yang menghafal dan menghayati ajaran keimanan Kristen Alkitab berjumlah 57 siswa. Peserta dari Agama Khatolik berjumlah 7 siswa, wisudawan Agama Hindu sebanyak 5 siswa, dan penghafal kaidah hidup Buddha 1 siswa.
Wisuda akbar ini digelar di halaman SMP YPVDP, Kamis (29/3) pagi lalu sebagai bentuk apresiasi sekolah kepada anak didiknya.
Turut hadir mewakili Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Akhmad Suharto, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Etha Rimba beserta suami, Ketua Yayasan Vidya Dahana Patra, Feri Sulistyo Nugroho, Kepala Kementerian Agama, Ketua MUI Kota Bontang KH Imam Hambali dan para orang tua murid.
Dalam sambutannya, Akhmad Suharto memberi apresiasi dan ucapan selamat kepada siswa-siswi yang diwisuda. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi landasan akhlak yang baik sebagai insan yang bertakwa.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya ucapkan selamat kepada anak-anakku semua. Semoga ini dapat menjadi landasan akhlak baik yang dapat menjadikan anak-anak sekalian sebagai insan yang bertakwa,” ucapnya.

foto dokumen humas/suiza.
Akhmad Suharto juga mengungkapkan kekagumannya, kepada seluruh orangtua siswa yang hadir secara langsung menyaksikan anak-anaknya diwisuda. Anak katanya merupakan amanah dari Allah SWT, dan sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk memberikan bekal berupa pendidikan dan pengetahuan terutama tentang agama.
“Untuk itulah, perlunya ditanamkan kepada anak-anak kita nilai–nilai akhlakul karimah sedini mungkin,” katanya.
Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang ini memberi apresiasi penuh kepada SMP YPVDP karena memasukkan mata pelajaran Baca Tulis Kitab Suci (BTK) ke dalam kurikulum pendidikan. Melalui kurikulum ini, anak-anak ditargetkan dapat menghafal 3 juz (Juz 1,29 dan 30) sebelum kelulusan.
Sebagai tunas muda penerus bangsa yang terus ditempa arus informasi dan teknologi yang sangat deras, bekal pendidikan dan pengetahuan terutama tentang agama semacam ini dinilainya perlu ditanamkan sejak dini dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Yayasan Vidya Dahana Patra, Feri Sulistyo Nugroho menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi anak dalam menghadapi dunia nyata saat keluar dari sekolah. Ilmu agama bak pengontrol pergaulan anak di luar sekolah, membantu anak cerdas menyaring informasi terutama pemakaian media sosial.
Ia pun berharap agar seluruh anak didiknya dapat menjadi contoh dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. (hms8)







