• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Miras Oplosan Cicalengka Positif Mengandung Metanol

by M Zulfikar Akbar
20 April 2018, 07:20
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
DIMUSNAHKAN: Ribuan botol minuman keras (miras) dimusnahkan polisi di Cicalengka, Jawa Barat, Kamis (19/4) (CNN Indonesia/HYG)

DIMUSNAHKAN: Ribuan botol minuman keras (miras) dimusnahkan polisi di Cicalengka, Jawa Barat, Kamis (19/4) (CNN Indonesia/HYG)

Share on FacebookShare on Twitter

Kepolisian memastikan minuman keras (miras) oplosan yang menyebabkan puluhan korban tewas di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memiliki kandungan utama alkohol dan metanol yang biasa dipakai sebagai bahan baku spiritus

“Berdasarkan hasil laboratorium forensik, isinya metanol dan alkohol. Karakteristiknya ketika meminumnya, pertama mata berkunang, sesak nafas dan perut mual,” kata Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto dalam ekspose di rumah tersangka di kawasan Cicalengka, Kamis (19/4).

Agung menambahkan peminum oplosan tersebut berbeda-beda tingkat keracunannya. Tergantung berapa yang dikonsumsi dan ketahanan tubuh konsumennya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jabar Ismirni pernah menjelaskan gejala orang keracunan metanol yang menurutnya terbagi menjadi empat fase.

Fase Pertama terjadi penekanan terhadap sistem saraf pusat selama 30 menit sampai dua jam setelah terpapar. Fase berikutnya tanpa gejala dengan durasi 48 jam setelah minum menunjukkan tanda-tanda keracunan

Baca Juga:  Bos "Miras Maut" Divonis 20 Tahun Bui

“Karena alkohol ini ada yang bisa ditoleransi tubuh. Sehingga wajar ada yang langsung meninggal, ada yang dua hari baru meninggal,” ujar Ismirni.

Fase ketiga yaitu pasien menunjukkan gejala muntah, mual, pusing dan pandangan kabur. Fase ini, korban bisa diambil darahnya untuk kemudian dicek buat mengetahui kandungan metanol dalam tubuh.

“Pada fase ketiga ini di mana terjadi asidosis metabolik berat, biasanya terjadi sudah melebihi dua hari. Metanol sudah dimetabolisir menjadi asam format,” ujarnya.

“Jadi sudah terurai oleh enzim tubuh, nah inilah yang menyebabkan asidosis meningkat keasaman. Asidosis meningkat dalam darah ini yang diambil, dicek di laboratorium benar enggak ada asam format dalam darahnya. Kalau ada berarti metanol,” ujar Ismirni.

Baca Juga:  Pemuda di Bawah Umur Terkapar di Jalan Usai Pesta Miras

Sedangkan fase keempat yakni tahapan di mana seseorang mengalami toksisitas pada mata diikuti kebutaan hingga berujung kematian. Fase ini terjadi setelah dua hari.

Penyidik dari Polres Bandung dan Direktorat Narkoba Polda Jabar sebelumnya telah menemukan barang bukti berupa miras oplosan siap edar sebanyak 242 dus atau 5.376 botol kemasan 600 mililiter.

Aparat juga menemukan bahan dasar air mineral sebanyak 115 dus, pewarna makanan 39 dus, alkohol sebanyak 23 jerigen ukuran 25 liter serta minuman serbuk berenergi sebanyak 66 dus.

Dari temuan itu, Tim gabungan Polda Jawa Barat berhasil meringkus pelaku utama kasus miras oplosan maut yang menewaskan 44 orang warga yaitu, Syamsuddin Simbolon di perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi pada Rabu dinihari (18/4).

Baca Juga:  Kecanduan Hirup Lem dan Minum Miras, Dua Remaja Putus Sekolah Diciduk 

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin berkata pihaknya akan terus menegakkan hukuman bagi siapapun yang terlibat dalam memproduksi dan menjual miras oplosan.

“Bahwa ini dijadikan pintu masuk dan seluruh stakeholder kami minta untuk menjadikan kejadian ini sebagai kejadian besar. Ini sama dengan wabah penyakit. Regulasi juga harus diubah,” jelasnya.

Lanjut Syafrudin, untuk saat ini Polri sedang fokus mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam miras oplosan. Ia meminta jajarannya untuk tidak tinggal diam ketika menemukan kasus miras oplosan.

Selain itu, ia mengatakan, operasi secara besar-besaran akan terus dilakukan polisi untuk menangkal peredaran miras oplosan.

“Anggota kalau mendiamkan saja sementara dia tahu ada penjual miras oplosan tetapi tidak melakukan apa-apa, akan kami tindak,” tegasnya. (hyg/wis/cnn)

Tags: miras oplosan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tambahan Libur Lebaran Potong Cuti Pegawai Swasta

Next Post

Castro Segera Mundur dari Jabatan Presiden Kuba

Related Posts

3 Napi Lapas Samarinda Meninggal Usai Diduga Pesta Miras Oplosan
Kaltim

3 Napi Lapas Samarinda Meninggal Usai Diduga Pesta Miras Oplosan

24 September 2022, 10:34
Tiga Nyawa Melayang Usai Pesta Miras Oplosan
Nasional

Tiga Nyawa Melayang Usai Pesta Miras Oplosan

6 Desember 2021, 15:30
Bos “Miras Maut” Divonis 20 Tahun Bui
Breaking News

Bos “Miras Maut” Divonis 20 Tahun Bui

23 Oktober 2018, 06:10
Pemuda di Bawah Umur Terkapar di Jalan Usai Pesta Miras
Bontang

Pemuda di Bawah Umur Terkapar di Jalan Usai Pesta Miras

13 Oktober 2018, 06:00
Kecanduan Hirup Lem dan Minum Miras, Dua Remaja Putus Sekolah Diciduk 
Bontang

Kecanduan Hirup Lem dan Minum Miras, Dua Remaja Putus Sekolah Diciduk 

25 Juli 2018, 11:54
Gara-gara Miras Oplosan, 3 Warga Surabaya Tewas
Breaking News

Gara-gara Miras Oplosan, 3 Warga Surabaya Tewas

22 April 2018, 23:43

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.