SANGATTA – Dampak banjir kali ini sangat dirasakan oleh warga di tiga kecamatan di Kutai Timur (Kutim), yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Bengalon. Dalam Coffe Morning Senin (30/4/2018), masalah penanganan banjir menjadi pembahasan penting untuk dibahas. Untuk kondisi terkini di lapangan Bupati H Ismunandar meminta para camat memberikan laporan.
Dalam kesempatan itu Camat Sangatta Selatan Hasdiah mengatakan, kondisi Sangatta sudah mengalami penurunan. Namun Ia mengaku, masih ada 4 daerah yang masih dalam penanganan banjir yakni di Marga Rukun, Loa Mali, Loa Hitam dan Kampung Kajang.
“Saya juga mengucapkan terima kasih untuk semua pihak, seperti PT Pertamina, PT KPC, BPBD, Dinsos dan Polres Kutim serta bantuan tenaga dari semunya yang telah membantu merelokasi warga yang terjebak banjir,” ucap Hasdiah.
Sementara itu, Camat Sangatta Utara Muhammad Basuni melaporkan, terdapat 41 RT dan 2.304 warga yang terkena dampak banjir di daerah Sangatta Utara. Untuk penanganan banjir dalam penyediaan logistik (bahan makanan) bagi korban banjir, pihak kecamatan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan perusahaan PT Kaltim Prima Coal. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa PT Kaltim Prima Coal (KPC) menyalurkan bantuan untuk desa Sangatta Utara. PT Thiess Kelurahan Teluk Lingga dan Swarga Bara dibantu PT PAMA.
“Perusahaan telah memberikan bantuan berupa beras, telur, mie, beras dan minyak goreng. Bantuan yang diberikan itu kami percayakan kepada RT masing-masing untuk dikelola, karena jika dibagi per Kepala Keluarga maka tidak akan cukup, ungkap Basuni.
Sementara itu Camat Bengalon Ahmad melaporkan, ada beberapa wilayah yang terkena dampak banjir, yakni Desa Sepaso, Sepaso Barat, Sepaso Timur dan Selatan karena dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Saat ini belum ada bantuan kepada warga di Bengalon, memang kondisi saat ini masih dapat dikatakan aman.
“Sampai saat ini belum ada bantuan yang masuk di Bengalon terkait dampak banjir ini, ya mungkin karena kondisi masih terbilang aman,” terangnya. (hms15)







