• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Warga Bukit Kayangan Kutim Hidup Tanpa Listrik dan Air Bersih, Tercekik Aktivitas Tambang

by BontangPost
19 Mei 2025, 11:52
in Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Aktivitas pertambangan yang beroperasi tak jauh dari permukiman warga Bukit Kayangan, Kutai Timur, membawa dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. (FOTO: JUFRIADI/KP)

Aktivitas pertambangan yang beroperasi tak jauh dari permukiman warga Bukit Kayangan, Kutai Timur, membawa dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. (FOTO: JUFRIADI/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Warga Bukit Kayangan RT 28, Desa Singa Gembara, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) puluhan tahun hidup dalam keterbatasan tanpa akses listrik dan air bersih dari pemerintah.

Ironisnya, pemukiman mereka berada sangat dekat dengan pusat pemerintahan dan hanya berjarak selemparan batu dari wilayah pertambangan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia.

“Yang paling dekat itu rumah saya, cuman berjarak 60 sampai 70 meter, itu kalau malam bising sekali, suara truk, suara dozer. Dari musholla aja itu terdengar sekali,” kata Hadi, ketua RT 28 Desa Singa Gembara, Minggu (18/5).

Selain hidup dalam keterbatasan fasilitas dasar, warga juga harus menanggung dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan yang beroperasi nyaris menempel dengan rumah mereka.

Baca Juga:  Batu Bara Menumpuk di Depan Mapolsek Bontang Barat

Saat musim kemarau, debu dari tambang terbawa angin hingga masuk ke pemukiman. Tak hanya itu, suara bising dari alat berat yang beroperasi nyaris tanpa henti juga mengganggu ketenangan warga.

Yang paling memprihatinkan, air sungai yang selama ini menjadi andalan untuk kebutuhan sehari-hari kini sudah tidak layak. Sejak tahun 2024 airnya berubah keruh, diduga kuat akibat dari aktivitas tambang. Kondisi ini memperparah kesulitan warga yang sejak lama hidup tanpa aliran air bersih.

“Air yang biasa untuk masak, untuk mandi, untuk minum sekarang keruh sungainya karena terdampak oleh kegiatan tambang batubara ini,” kata Hadi.

Sejumlah warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti gatal-gatal setelah mandi menggunakan air sungai, padahal sebelumnya air tersebut aman dan biasa digunakan tanpa masalah.

Baca Juga:  Wapres Gibran Datangi Posko Warga Kaltim Penolak Hauling Batu Bara di Jalan Nasional

“Ini warga disini kalau mandi disungai itu gatal-gatal semua badannya habis mandi di sungai, dulu gak seperti itu,” tambah Hadi.

Warga berharap jeritan mereka tidak terus-menerus diabaikan. Mereka menuntut pemerintah dan perusahaan tambang untuk segera turun tangan, memberikan solusi nyata, dan memastikan hak dasar mereka sebagai warga negara dipenuhi.

“Pemerintah cobalah tinjau ke sini, di sini juga warga, warganya kan maksudnya gitu nah. Jadi mungkin Dari pemerintah itu dilihatlah daerah kita sudah kena dampaknya, Kalau bisa perusahaan nggak usah bertele-tele lah, langsung ganti rugi atau cepat bertindak gitulah, kasihan warga sini juga,” kata Yulia Mutiawati, anggota BPD Singa Gembara. (*)

Baca Juga:  KPK Cium Aroma Busuk Pengawasan IUP
Tags: Banjir Kutimtambang batu bara
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wali Kota Andi Harun Tetapkan Samarinda Darurat Bencana

Next Post

Nelayan Muara Badak Kembali Demo PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Tuntut Tanggung Jawab Pencemaran Lingkungan

Related Posts

Satgas PKH Ungkap Ribuan Hektare Lahan di Kaltim Dikuasai Ilegal, dari Sawit hingga Tambang Batu Bara
Kaltim

Satgas PKH Ungkap Ribuan Hektare Lahan di Kaltim Dikuasai Ilegal, dari Sawit hingga Tambang Batu Bara

29 Desember 2025, 20:30
Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis
Lingkungan

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis

28 Desember 2025, 13:22
Batu Ampar Kutim Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Terendam
Kaltim

Batu Ampar Kutim Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Terendam

12 Desember 2025, 19:20
Sebagian Wilayah di Kutai Timur Terendam Banjir, 300 Kepala Keluarga Dievakuasi Tim Gabungan
Kaltim

Sebagian Wilayah di Kutai Timur Terendam Banjir, 300 Kepala Keluarga Dievakuasi Tim Gabungan

8 Desember 2025, 13:30
Banjir Rendam Tiga Desa di Karangan Kutim, Ketinggian Air Capai Pinggang Orang Dewasa
Kaltim

Banjir Rendam Tiga Desa di Karangan Kutim, Ketinggian Air Capai Pinggang Orang Dewasa

8 Desember 2025, 08:00
Rencana Ketahanan Pangan Kaltim Jajaki Pertanian di Lahan Bekas Tambang Jadi Sorotan
Lingkungan

Pokja 30 Desak Moratorium Tambang di Kaltim, Soroti Reklamasi dan Transparansi

30 November 2025, 14:58

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.