BONTANG – Tiga perahu tak dikenal memaksa masuk area Loading Dock 1 Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) TUKS LNG & LPG Bontang PT Pertamina (Persero), Senin (14/5) kemarin. Ketiga perahu tersebut teridentifikasi membawa senjata tajam dan salah satunya dilengkapi bom molotov menuju area objek vital nasional (obvitnas) tersebut.
Rupanya, orang-orang tak dikenal tersebut kawan dari tersangka pencurian di area Junk Yard yang saat ini telah ditahan pihak kepolisian dan menuntut agar rekan mereka dibebaskan.
Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Pusat memutuskan status keamanan PT Badak NGL dinaikkan menjadi Security Level 2. Polisi Air (Polair), Posal TNI AL, dan Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (KPLP) Tanjung Laut bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP).
Tiga speed boat membantu menghalau tiga perahu tak dikenal tersebut. Meski sudah dihalau, satu perahu tetap memaksa masuk.

KPLP Tanjung Laut terpaksa meluncurkan tembakan peringatan. Dua perahu beserta dua orang tak dikenal yang membawa senjata tajam berhasil diamankan. Tak semulus penangkapan kedua perahu sebelumnya, orang tak dikenal di perahu ketiga melemparkan bom molotov yang mengakibatkan area pengisian bahan bakar Cargo Dock terbakar. Kapal TB Bontang 04 pun ikut terbakar
Atas alasan keamanan, maka level keamanan TUKS LNG & LPG Bontang PT Pertamina naik menjadi Security Level 3. Dengan dinaikkannya status keamanan, maka semua pengamanan dilakukan sesuai SOP Tindakan Keamanan Tingkat III pada Port Facility Security Plan (PFSP) TUKS LNG & LPG Bontang PT Pertamina.
Api pun berhasil dipadamkan oleh Fire Rescue Team (FRT) Badak LNG. Namun di sekitar pengisian bahan bakar Cargo Dock terdapat tumpahan minyak. Dampak serangan ini 2 orang tak dikenal mengalami luka bakar dan luka tembak. Total 6 orang tak dikenal dengan tiga perahu berhasil diamankan. Empat jam kemudian level keamanan kembali ke status Security Level 1.
Semua kehebohan tersebut merupakan rangkaian Exercise International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, dengan skenario “Penanggulangan Penyusupan, Kebakaran, dan Tumpahan Minyak di Kapal”.
Director & COO Badak LNG Gitut Yuliaskar menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk menjalin koordinasi personel Badak LNG Bontang dengan instansi terkait. Serta uji coba jaring komunikasi, kesiapan, keandalan, dan kemampuan terhadap penanganan gangguan terhadap fasilitas TUKS LNG & LPG Bontang PT Pertamina.
“Sesuai ketentuan ISPS Code, setiap fasilitas pelabuhan yang telah comply dengan ISPS Code, wajib melaksanakan Drill ISPS Code setiap tiga bulan dan ISPS Code setiap satu tahun,” papar Gitut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait, baik di lingkungan PT Badak NGL maupun unsur Port Security Committee KUUP Kelas 1 Tanjung Laut, KPLP, TNI, Polri, serta Security PT Badak NGL yang turut berperat aktif dalam rangkaian Exercise ISPS Code. (ra/adv)







