• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Karyawan Komura Ancam Boikot Pengadilan 

by BontangPost
17 Mei 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
UNJUK RASA: Para karyawan TKBM Komura mengancam akan kembali menggelar aksi dalam jumlah yang lebih besar lagi jika PN Samarinda tidak segera mengembalikan uang koperasi Rp 282 miliar.(DOK/METRO SAMARINDA)

UNJUK RASA: Para karyawan TKBM Komura mengancam akan kembali menggelar aksi dalam jumlah yang lebih besar lagi jika PN Samarinda tidak segera mengembalikan uang koperasi Rp 282 miliar.(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Aksi unjuk rasa dari ribuan buruh yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Kaltim, Senin (14/5) lalu, ternyata belum membuahkan hasil. Pasalnya, belum ada keputusan jelas terkait tuntutan pengembalian uang koperasi yang diblokir dan disita senilai Rp 282 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.

Koordinator Aksi TKBM Komura Kaltim, Familiyanto mengungkapkan, pihaknya memberikan tenggat waktu selama 15 hari sebelum Idulfitri 1439 hijriah kepada PN Samarinda untuk membuka blokir rekening dan mengembaliakan uang koperasi tersebut.

Dia mengancam, apabila penyidik tidak memenuhi tuntutan itu, pihaknya akan menurunkan massa yang jauh lebih besar di Kejaksaan Samarinda ataupun Kejati Kaltim.

“Sampai sekarang kami masih bersabar. Kami memberikan waktu pada pengadilan untuk segera mengembalikan uang kami. Kalau 15 hari sebelum lebaran uang itu tidak dikembalikan, terpaksa kami akan turun dengan jumlah yang jauh lebih besar dari kemarin,” tegas Familiyanto, Selasa (15/5) lalu.

Baca Juga:  FKUB Tolak Keluarkan Rekomendasi IMB 

Kata dia, pengembalian uang tersebut harus segera dilakukan penyidik dari PN Samarinda dan pihak-pihak terkait. Mengingat koperasi sedang membutuhkan uang untuk membayar gaji ribuan karyawan.

“Uang itu kami rencanakan untuk membayar gaji karyawan. Seperti biasa, kami memberikan THR (Tunjangan Hari Raya, Red.) kepada karyawan. Kalau uang itu tidak dikembalikan, maka bisa dipastikan mereka tidak akan mendapatkan THR,” ucapnya.

Terlebih semenjak uang tersebut disita, sudah setahun karyawan yang bekerja di bawah naungan TKBM Komura tidak mendapat gaji yang layak. Keuangan koperasi menurun drastis hingga mengakibatkan karyawan digaji di bawah Upah Minimun Provinsi (UMP).

“Apakah penyidik tidak kasihan dengan ribuan buruh yang bekerja di Komura? Pikirkan anak-anak buruh yang ingin sekolah dan kebutuhan hidup buruh yang kian meningkat. Karena dari uang itulah kami membangun kesejahteraan buruh,” ucapnya.

Baca Juga:  Direksi BUMN-BUMD Harus Lebih Hati-Hati,Hanya karena Tak Kontrol Anak Buah, Dahlan Dianggap Bersalah 

Akibat lain dari penyitaan dan pemblokiran uang yang sudah berlangsung sejak 2017 lalu itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan yang dikelola TKBM Komura Kaltim, terhambat. Pasalnya, setiap transaksi yang dilakukan selalu dibayar di awal.

“Mereka yang melakukan bongkar muat di pelabuhan itu tidak mau dibayar belakangan. Maunya dibayar di awal. Kalau bayar di muka, harus tersedia uang. Nah, uang yang disita dan diblokir itu sebenarnya untuk transaksi bongkar muat itu,” ujarnya.

Diketahui, semenjak Ketua TKBM Komura Jafar Abdul Gaffar beserta Sekretarisnya, Dwi Hari Winarno ditangkap pada Desember 2017 lalu, penyidik secara bertahap melakukan penyitaan dan pemblokiran uang koperasi. Pasalnya, penyidik menuding uang tersebut berhubungan dengan kasus pungutan liar yang dialamatkan kepada keduanya.

Baca Juga:  MUI Tetapkan Imunisasi MR Halal

Pada Maret 2017, penyidik dari kepolisian melakukan penyitaan terhadap uang TKBM Komura Kaltim sebesar Rp 5 juta. Kemudian tidak berselang lama, aparat menyita uang sebesar Rp 6,1 miliar.

Masih di bulan yang sama, penyidik memblokir uang Komura sebesar Rp 282 miliar. Aksi pemblokiran tersebut nyaris membuat aktivitas koperasi bongkar muat tersebut nyaris terhenti.

Familiyanto menyebut, pemblokiran tersebut salah alamat. Pasalnya uang yang disita dan diblokir tidak berkaitan dengan kasus yang disangkakan pada ketua dan sekretaris Komura. Jaksa penuntut umum hanya menuntut penyitaan uang Rp 10 miliar yang dinilai berhubungan dengan kasus yang sedang bergulir.

“Tetapi penyidik malah memblokir dan menyita uang koperasi. Ini ada yang jangkal. Saya pikir salah alamat. Kasus yang berbeda dikaitkan dengan keuangan koperasi. Ini namanya sudah kelewat batas,” tegasnya. (*/um)

Tags: Karyawan KOMURAMetro Samarinda
Share4TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dishub Segera Lakukan Uji Kir dan Emisi 

Next Post

Untuk Ikut Membangun Daerah, Pemuda Harus Masuk Sistem 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Bontang Pecat Aipda IM, Positif Sabu hingga Terjerat Banyak Utang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.