BONTANG – Penyebab kebocoran dan ledakan jaringan pipa gas (jargas) induk di trotoar Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Elai Senin (21/5) lalu telah diketahui. Hal ini berhasil diidentifikasi setelah dilakukan pengecekan selama dua hari oleh petugas. Manager Jargas PT Bontang Migas Energi (BME) Yun Al Fatahillah mengatakan, Selasa (22/5) sore kemarin, petugas menemukan batu di bawah pipa 180 milimeter (mm) yang menjadi penyebab kebocoran pipa induk.
Adapun penyebab ledakan, akibat pipa gas yang bocor berada di dalam ruangan tertutup. Alhasil, saat gas terkontaminasi oksigen dan pemantik, maka terjadi ledakan.
“Karena bocornya di dalam ruang tertutup (selokan, Red.), maka terjadi ledakan,” ujar Fatah kepada Bontang Post.
Dia menjelaskan, selain karena terdapat batu, penyebab bocornya pipa gas lantaran terjadi tekanan dari kendaraan yang melintas di atasnya sehingga membuat pipa rusak. Namun demikian, dia menargetkan Rabu (23/5) hari ini kebocoran tersebut sudah bisa teratasi sehingga pelayanan kepada pelanggan utamanya di wilayah Kelurahan Satimpo bisa cepat kembali seperti semula.
“Nanti malam (tadi malam, Red.) kami akan mengganti ruas pipa yang bocor. Besok (hari ini, Red.) semoga sudah selesai,” sebutnya
Sebelumnya diberitakan, akibat ledakan tersebut trotoar Jalan Brigjen Katamso sepanjang sekitar 20 meter rusak parah dan berlubang. Selain itu, pendistribusian gas untuk area Api-Api, Gunung Elai, dan Satimpo juga dimatikan sementara akibat dari kejadian ini. “Valve gas untuk sementara clossed total baik pipa 180 milimeter maupun 90 milimeter. Tujuannya untuk identifikasi pipa mana yang bocor,” tukas Direktur PT BME, Kasmiran Rais. (bbg)




