• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hoaks atau Tidak?

Gara-gara Pelaku Begal Ngaku Jadi Korban

by BontangPost
15 Juni 2018, 10:40
in Hoaks atau Tidak?
Reading Time: 2 mins read
0
HOAX

HOAX

Share on FacebookShare on Twitter

MISINFORMASI terjadi dalam pemberitaan kasus korban begal yang berhasil melumpuhkan pelaku hingga meninggal di Bekasi. Sejumlah media mengunggah berita bahwa korban dijadikan tersangka. Di tangan netizen, misinformasi itu pun malah dibumbui tidak keruan.

Contohnya, status yang ditulis akun Facebook Ahmad Ihsan di grup Facebook Barisan Oposisi Rakyat. Dia menganggap hukum di negeri ini lucu karena mempertahankan hak milik dan nyawa justru bisa menjadi tersangka. Status Ahmad Ihsan tersebut dibagikan bersama link berita dari Tribunnews dengan judul, “Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Begal yang Tewas Dibacok Korbannya”.

Sebenarnya di dalam tubuh berita itu sudah jelas. Siapa yang menjadi tersangka dan bagaimana pula status korban begal yang bisa melumpuhkan pelaku hingga meninggal dunia.

Sebagaimana diketahui, dua begal, Aric Saifulloh dan Indra Yulianto, melakukan pembegalan di Jembatan Summarecon, Bekasi, pada Sabtu (20/5). Korbannya dua orang, yakni MIB dan AR. Saat itu pelaku berupaya merampas telepon genggam korban. Namun, korban ternyata bisa melawan meski pelaku membawa celurit.

Baca Juga:  Kabar Permen Susu PCC yang Meresahkan

Perkelahian pun terjadi hingga korban bisa merebut celurit dari tangan pelaku. Satu pelaku tewas setelah terkena sabetan celurit. Satu pelaku lagi kritis. Pelaku yang masih hidup membuat laporan ke polisi seolah-olah menjadi korban begal.

Lantaran ada laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Apalagi, ada yang meninggal dunia dalam kejadian itu. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa yang melapor justru pelaku pembegalan yang gagal. Di sisi lain, MIB dan AR juga melapor ke Polresta Bekasi. Dia melaporkan telah menjadi korban pembegalan di Jembatan Summarecon. Dua kasus itu pun sama-sama ditangani polisi.

Sampai akhirnya, Kapolresta Bekasi Kombespol Indarto mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan perkembangan penyidikan. Dalam jumpa pers itulah terjadi misinformasi karena ada dua laporan kasus pembegalan. Yang pertama, kasus itu dilaporkan pelaku pembegalan yang seolah-olah menjadi korban. Kedua, laporan pembegalan yang benar-benar dialami korban, yakni MIB dan AR.

Baca Juga:  Dikira Foto Baru Ahok

’’Saat rilis di mapolres, saya sudah sampaikan bahwa untuk kasus pembegalan sudah ada satu tersangka. Yakni, pelaku yang saat ini berada di rumah sakit,’’ tuturnya.

Untuk laporan pembegalan awu-awu (yang dilaporkan sendiri oleh pelakunya), polisi masih belum melakukan peningkatan status. Status pria yang membacok pelaku pembegalan (MIB dan AR) masih sebatas saksi. ’’Kami masih perlu menghadirkan ahli apakah tindakan yang dilakukan korban sampai membuat pelaku meninggal dunia itu bisa dikategorikan bela paksa atau tidak,’’ jelas mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya itu.

Indarto menengarai apa yang dilakukan korban memenuhi unsur bela paksa. Namun, dia tidak bisa menyimpulkan tanpa keterangan ahli. ’’Harus ada ahli. Ini seperti kasus pidana dengan pelaku orang gila. Polisi tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa dia gila. Perlu keterangan ahli,’’ papar alumnus Akpol 1995 tersebut. (gun/c15/fat)

Baca Juga:  Parodi Trump Jadi Hoax

Fakta

Ada dua laporan pembegalan ke polisi. Yang pertama, pelaku melapor seolah menjadi korban (laporan awu-awu). Status perkara masih sebatas laporan. Kedua, laporan dari dua korban pembegalan yang berhasil melawan pelaku. Untuk laporan kedua, sudah ada tersangkanya.

Tags: Hoax Atau Tidak
Share5TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PDI Perjuangan Bidik Target Besar di 2019 

Next Post

BPJS Peringati Faskes yang Tolak Pasien

Related Posts

Dikira Bukan Istri Sandi
Hoaks atau Tidak?

Dikira Bukan Istri Sandi

19 Oktober 2018, 13:30
Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais
Hoaks atau Tidak?

Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais

18 Oktober 2018, 11:49
Heboh Paket Gelap di Jogja
Hoaks atau Tidak?

Heboh Paket Gelap di Jogja

16 Oktober 2018, 11:49
Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos
Breaking News

Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos

13 Oktober 2018, 11:05
Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila
Hoaks atau Tidak?

Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila

6 Oktober 2018, 11:49
Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap
Hoaks atau Tidak?

Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap

3 Oktober 2018, 11:49

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.