BONTANG – Musibah kebakaran kembali terjadi di Berbas Pantai. Belum usainya permasalahan kebakaran di wilayah RT 11 yang melibatkan bangunan sekolah DDI, Sabtu (7/7) dini hari lalu, wilayah RT 16 dan RT 17 diamuk oleh si jago merah. Total, ada 25 rumah yang jadi arang. Lurah Berbas Pantai pun mengharapkan rumah-rumah yang hangus terbakar bisa mendapat bantuan pembangunan rumah, baik itu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lurah Berbas Pantai Rendy Maulia mengatakan, pascakebakaran pihaknya fokus untuk mendata warga dan mempersiapkan kebutuhan para korban. Baik tempat tinggal, maupun makanan dan baju mereka. “Kami sudah membangun posko bantuan dan fokus membagikan bantuan-bantuan yang telah diterima,” jelas Randy saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu, (8/7) kemarin.
Setelah kebutuhan pokok para korban kebakaran sudah terpenuhi baik tempat tinggal sementara, pakaian mereka dan makanan, Rendy mengatakan pihaknya akan menunggu hasil investigasi kepolisian. “Jika semuanya sudah terpenuhi baik kebutuhan dan hasil investigasi penyebab kebakaran, barulah kami akan melaksanakan pembersihan lokasi kebakaran. Satu minggu setelah kejadian atau 10 hari setelah kejadian,” ujarnya.
Barulah, Rendy menyatakan posko nanti dipindah ke Kelurahan Berbas Pantai untuk penerimaan bantuan. Terkait posko bantuan di dekat lokasi kejadian, kemungkinan akan dibuka selama satu pekan.
Untuk sementara, para korban kebakaran yang terdiri dari 25 rumah, 40 Kepala Keluarga (KK), dan 172 jiwa tinggal di keluarga korban. Tetapi, ada juga yang tinggal di tenda pengungsian atau tenda darurat sebanyak 3 sampai 4 KK. “Tetapi untuk anak-anak dan istri mereka kami mintakan untuk tinggal di salah satu rumah dekat lokasi kebakaran sebagai rumah pengungsian,”terang dia.
Rendy mengatakan, pihaknya sudah mencoba menawarkan ke rumah singgah. Tetapi mereka masih bertahan di sekitar lokasi kebakaran dan menunggu hasil investigasi dari kepolisian. “Mereka juga ingin menjaga barang-barang mereka yang kemungkinan masih bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Dirincikan dari jumlah korban kebakaran sebanyak 172 jiwa, di dalamnya terdapat 27 anak SD, 6 orang anak SMP, dan 3 orang anak SMA, serta 1 orang mahasiswa D1, juga 3 orang lansia.
Rendy mengharapkan setelah kebakaran yang terjadi di wilayah Berbas Pantai RT 16 dan 17, korban bisa segera terpenuhi kebutuhan dasarnya. Sehingga mereka bisa kembali hidup normal lagi meskipun dengan kondisi apa adanya. Tak hanya itu, Rendy mengharapkan juga anak-anak yang masih usia sekolah bisa mengikuti tahun ajaran baru sesuai jadwal dan kebutuhan sekolahnya dapat terpenuhi. “Untuk jangka panjangnya, kami akan berusaha agar para korban bisa mendapat bantuan pembangunan rumah bagi yang memiliki rumah, sementara bagi penyewa kami akan coba bujuk untuk tinggal di rumah singgah atau menyewa di rusunawa,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, wilayah Berbas Pantai yang dikenal dengan Tempat Hiburan Malam (THM) Prakla hangus terbakar pada pukul 03.30 Wita Sabtu (7/7) dini hari lalu. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.
Sementara, bantuan yang masuk hingga Minggu (8/7) sore kemarin mencapai 62 donatur dengan berbagai jenis bantuan. Mulai dari uang tunai, sembako, makanan, baju layak pakai dan lainnya.(mga)





