SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai percontohan nasional dalam pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA). Hal itu didasari, tingginya keaktifan warga dalam membuat akte kelahiran anak tahun 2016 lalu.
Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim Januar Harlian Putra Lembang Alam mengatakan, sesuai target nasional pencetakan KIA minimal 80 persen dari angka kelahiran. Sementara yang terjadi di Kutim, sudah di atas 92 persen.
“Kutim sebagai satu-satunya daerah di Kaltim yang menjadi pilot projek pencetakan KIA. Sebab, melebihi standar yang ditetapkan Kemendagri dalam pencetakan KIA,” sebut Januar.
Kendati demikian, lanjut dia, untuk kegiatan tersebut alokasi anggaran pencetakan KIA dibebankan ke daerah. Mulai dari, pembelian blanko KIA, penyiapan alat cetak, melakukan sosialisasi, termasuk melaksanakan bimbingan tekhnis (bimtek) kepada petugas khusus pencetak KIA. Sementara, kondisi keuangan daerah sedang mengalami defisit.
“Makanya kita hanya menetapkan target 5 ribu lembar pencetakan kartu KIA tahun ini. Karena jumlah anggaran yang diajukan hanya Rp 950 juta,” katanya.
Januar pun berharap, anggaran ini bisa disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kutim. Apakah dialokasikan melalui APBD murni tahun ini atau perubahan. Sebab, jika tidak maka otomatis program tersebut tidak bisa berjalan.
“Kami (Disdukcapil, Red.) juga terpaksa akan bersurat kepada Kemendagri, menyatakan bahwa Kutim tidak sanggup melaksanakan program pencetakan KIA tersebut,” ujar Januar.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Irawansyah mengatakan pemerintah mendukung penuh program pencetakan KIA tahun ini. Namun, mengingat kondisi keuangan belum stabil maka pada APBD murni tahun ini hanya akan dipenuhi separuh dari pengajuan anggaran program. Sedangkan sisanya, baru akan dipenuhi pada anggaran perubahan.
“Yah bertahap kami alokasikan. Karena memang anggaran tahun ini sangat terbatas,” ucap Irawansyah. (aj)






