Gandeng Korean Red Cross, Sasar Daerah Pedalaman
SANGATTA – Keberadaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kutai Timur (Kutim) patut mendapatkan penghargaan tersendiri bagi masyarakat di Kecamatan Kaubun. Karena di daerah tersebut, khususnya di Desa Kadungan Jaya dan Pangadan Baru telah dipilih PMI Kutim sebagai salah satu daerah pembangunan program Wash.
Koordinator Program Wash Kutim Agustinus Verdi Logo mengatakan, program Wash atau program air dan sanitasi dilaksankan oleh PMI Kutim bekerjasama dengan International Federation of Red Cross and Red Cerescent Societies, atau Federasi Palang Merah Internasional dan Palang Merah Korea ( Korean Red Cross).
Selain itu, program tersebut juga didukung oleh Samsung Korea dan CCK (Commnity Chest of Korean). Program ini dilakasanakan didua provinsi dan empat kabupaten, yakni di Provinsi Jawa Timur di daerah Lumajang dan Blitar, serta di Provinsi Kalimantan Timur yakni di Kutai Timur dan Berau.
“Program ini telah berjalan kurang lebih dua tahun terakhir. Di Kutim sendiri, daerah yang dipilih sebagai daerah pembangunan wash adalah Kecamatn Kaubun, yakni di Desa Kadungan Jaya dan Pengadan Baru,” ulas Agustinus, Rabu (1/2) kemarin.
Dijelaskan, program ini berfokus pada air, sanitasi dan promosi kebersihan. Kegiatan ini melibatkan partisipasi langsung masyarakat dalam proses pelaksanan kegiatan fisik dan promosi kebersihan. Selain itu, dalam proses pelaksanaannya, PMI Kutim juga dibantu oleh Staf dan relawan yang telah dilatih.
“Ada sekitar 15 orang staf dan relawan yang dilibatkan, serta didukung komite serta relawan dikedua desa masing-masing sebanyak 10 orang. Dan kegiatan peromosi kebersihan di masyarakat sudah dilakukan sebanyak 22 kali sesi pertemuan, 16 dengan metode rumah ke rumah, dan 6 kali mass campaign dengan penerima manfaat 729 jiwa,” terangnya.
Lebih lanjut, dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Markas PMI Kutim Wilhelmus, promosi kebersihan ini juga dilakukan di sekolah-sekolah yang terdapat dalam wilayah program, yakni di SDN 005, SDN 006, SMPN 002 dan SMAN 001 Kaubun yakni sebanyak 10 sesi perjumpaan dengan penerima manfaat 475 jiwa.
“Untuk kegiatan fisik yang dilaksankan relawan PMI, serta masyarakat desa adalah pembangunan fasilitas air bersih serta sarana sanitasi (wc dan cuci tangan ) di desa dan sekolah,” sebutnya.
Adapun untuk kegiatan fisik di Desa Kadungan Jaya yakni, pembangunan toilet umum dan fasilitas air bersih sumur dan penampungan. Sedangkan di Desa Pengadan Baru, kegiatan fisik yang dilakukan bersama masyarakata adalah pembangunan fasilitas air bersih bak penampungan dan sumur.
“Selain itu, terdapat juga pembangunan toilet umum dan fasilitas cuci tangan, serta penampung air di Pusban Desa Pengadan Baru, dengan total penerima manfaat 1.274 jiwa,” katanya.
Sedangkan untuk kegiatan fisik di sekolah adalah sarana sanitasi dan fasilitas air bersih sumur galian dan penampung di SMPN 002 Kaubun. Untuk di SDN 005 Kaubun yaitu fasilitas cuci tangan pemasangan wastafel 4 unit dan bak penampung sampah.
“Terus untuk di SDN 006 Kaubun adalah fasilitas cuci tangan dan bak penampung sampah. Serta TK Bunda adalah fasilitas cuci tangan 2 unit wastafel dan penerima manfaat dari semua fasilitas fisik tersebut adalah 369 jiwa,” tandasnya. (drh/adv)






