Pusat Sedang Proses Izin Prinsip untuk Pemasangannya
BONTANG – Kuota jaringan gas (jargas) yang awalnya ditarget sekitar 10.330 sambungan rumah (SR) kali ini berkurang menjadi 8.000-an SR. Saat ini, pemerintah pusat sedang melakukan proses izin prinsip yang kemudian dilanjutkan proses lelang.
Berdasarkan survei jejak minat pelanggan jargas ini, Kabid Fisik dan Sarana Badan Perencanaan Penelitian dan Pengambangan (Bapelitbang) Bontang, Agung Santoso mengatakan untuk Kelurahan Belimbing sebanyak 1.269 SR, Kelurahan Berbas Pantai 670 SR, Berebas Tengah 1.716 SR, Bontang Baru 1.309, Bontang Kuala 587 SR, Bontang Lestari 29 SR, Guntung 837 SR, Kanaan 624 SR, Loktuan 654 SR, Satimpo 424 SR, Tanjung Laut 1.181, Tanjung Laut Indah 1.030 SR. Sehingga total awalnya mencapai 10.330 SR.
Tetapi, lanjut Agung, informasi yang didapat bahwa ada penurunan anggaran dari pusat, sehingga kuota pun dari awalnya 10 ribu menjadi hanya 8 ribu saja. “Dan ini akan diberikan pada mereka yang belum terpasang sama sekali, karena pemasangan sambungan rumah jargas ini gratis, jadi disesuaikan anggarannya saja,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Jumlah 10 ribu tersebut, dari 12 kelurahan. Mengingat 3 kelurahan lainnya sudah terpasang, mulai dari Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Api-api serta Kelurahan Gunung Elai. Sementara usulan untuk keseluruhan pemasangan SR jargas mencapai 23 ribu. “Karena masih proses di pusat, termasuk lelang, maka kontraktornya pun dari pusat, mudah-mudahan prosesnya cepat selesai, agar bisa segera terpasang di awal tahun,” ungkapnya.
Agung, yang juga pengguna jargas mengatakan menggunakan jargas ini sangat menghemat biaya. Pasalnya, dari sebelumnya dia menggunakan gas elpiji sebulan sebanyak 12 kilogram bahkan lebih, dengan menggunakan jargas ini, dirinya hanya membayar perbulan sebesar Rp 60 ribu. “Ini pengalaman pribadi saja, karena rumah saya wilayah Kelurahan Api-api, maka sudah menikmatinya, dan memang lebih hemat dari sebelumnya,” pungkasnya.(mga)






