Nama : Iqbal Candra Pratama
TTL : Lhokseumawe, 12 Mei 1996
Alamat :
- Jalan Jawa Perumahan BTN KCY RT 36 nomor 9, Kelurahan Api-Api, Bontang.
- Jalan Revolusi II Gang Sederhana nomor 28, Karang Paci, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Riwayat Pendidikan :
- SDN 002 Bontang Selatan
- SMP Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim di Samarinda
- SMAN Khusus Olahragawan Internasional Kaltim di Samarinda
Orang Tua : Marjuki – Mayrina Nawi
Istri : Sarah Tria Monita
Mertua : Sudasto – Dralasmi
Hobi : Olahraga
Perguruan Silat : Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Motto Hidup : Latihan dan Selalu Berdoa
Prestasi :
- Medali Emas POMNAS tahun 2015 di Aceh
- Medali Emas ASEAN university Games 2016
- Medali Perak PON 2016 di Jawa Barat
- Medali Perak Kejuaraan Dunia 2016 di Bali
- Medali Emas Belgia Open 2018
- Medali Emas Invitation Tournament Asian Games 2018
- Medali Emas Asian Games 2018
- dll
Nama Iqbal Candra Pratama menjadi perbincangan publik usai meraih medali emas pada laga final Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (27/8) lalu. Iqbal saat itu berhasil menumbangkan pesilat Vietnam, Nguyen Ngoc Toan pada babak final tarung kelas D Putra 60-65 kg dengan skor 4-1. Selain prestasinya yang bisa mengharumkan nama Indonesia, nama Iqbal juga melejit lantaran dia dan istrinya, Sarah Tria Monita yang sama-sama atlet pencak silat berhasil mengawinkan sepasang medali emas untuk Indonesia.
ANAK sulung dua bersaudara dari pasangan Marzuki dan Mayrina Nawi itu memang lahir dari keluarga pesilat. Sehingga sejak kecil, bela diri pencak silat sudah mendarah daging dalam diri Iqbal. Dirinya menceritakan, awal memutuskan menjadi atlet pencak silat di Tapak Suci Putera Muhammadiyah yaitu pada 2007 silam saat dirinya masih duduk di bangku sekolah kelas 4 SD.
Sejak saat itu, bakat alumnus SDN 002 Bontang Selatan tersebut sudah terlihat dan sering menorehkan prestasi membawa nama harum Bontang. Hanya saja, bakat dan prestasinya membawa nama Kota Taman itu hanya berlangsung sebentar. Lulus dari bangku sekolah dasar, Iqbal memilih ikut seleksi di SMP Sekolah Khusus Olahraga (SKOI) Samarinda. Karena diterima, remaja kelahiran Lhokseumawe, 12 Mei 1996 itu pun akhirnya menetap di Samarinda dan menjadi atlet Samarinda hingga saat ini.
“Dibandingkan Bontang, pembinaan di Samarinda memang lebih bagus. Di Bontang, perhatian Pemkot dan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia, Red.) Bontang terhadap atlet pencak silat sangat kurang. Sehingga banyak atlet yang lebih memilih keluar Bontang. Padahal banyak atlet di Bontang ini yang berbakat,” kata Iqbal saat ditemui Bontang Post di kediamannya di Jalan Jawa Perumahan BTN KCY RT 36 nomor 9, Kelurahan Api-Api, Sabtu (15/9) malam lalu.
Untuk itu, dirinya berharap kepada Pemkot dan juga pengurus IPSI Bontang, agar pembinaan terhadap atlet khususnya atlet pencak silat dapat lebih mendapat perhatian lagi. Dirinya pun juga turut mengucapkan terima kasih kepada Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang telah mendidik dan melatihnya sehingga dirinya bisa seperti sekarang ini.
“Semoga pencak silat di Bontang bisa terus berkembang dan banyak melahirkan atlet-atlet yang berprestasi,” harapnya.
Iqbal mengaku, prestasi yang dia raih di hajatan olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 tak lepas dari dukungan istrinya, Sarah Tria Monita yang juga merupakan seorang atlet pencak silat asal Kediri, Jawa Timur. Remaja 22 tahun tersebut mulai mengenal sosok istrinya pada 2012 lalu saat mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Wilayah di Makassar.
Pascamenikah 23 Maret 2018 lalu, prestasi pasangan suami istri yang menikah muda tersebut semakin melejit. Berkat kemenangannya mengharumkan nama Indonesia, keduanya pun diganjar total bonus sebesar Rp 3 miliar dengan rincian Rp 1,5 miliar per orangnya. Mereka juga dijanjikan akan mendapatkan rumah dan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Belum lagi, hadiah lainnya juga diberikan Pemkot Samarinda berupa pemberian satu kavling tanah dan hadiah liburan bulan madu.
“Pertama, bonusnya akan kami keluarkan zakatnya terlebih dahulu. Lalu kami juga ingin memberangkatkan haji orang tua-mertua. Selebihnya akan kami gunakan untuk modal membuka usaha,” ucapnya.
Saat ini, Iqbal akan mengikuti Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Jakarta untuk mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Dunia di Singapura mendatang. Dirinya pun kembali berharap, bisa ditunjuk mewakili Indonesia serta bisa kembali membawa harum nama Indonesia di kancah dunia lewat pencak silat. (bbg)






