BONTANG – Sore yang tenang berubah tegang, Jumat (28/9) kemarin. Warga yang semula di dalam rumah, satu persatu keluar menuju ruang terbuka. Rupanya, Bontang diguncang gempa. Guncangan yang dirasakan warga merupakan dampak gempa 7,7 skala richter (SR) yang terjadi di Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) sekira pukul 17.02 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Bontang Ahmad Yani mengatakan, gempa yang terjadi dan terasa hingga Bontang merupakan gempa di Donggala yang berjarak 264,86 km dari Kota Taman. Gempa berkedalaman 10 km ini juga berpotensi tsunami. “Titik gempanya di Minahassa Peninsula,” ujarnya, sore kemarin.
Menurut Ahmad Yani, Beberapa wilayah yang bakal terdampak tsunami di antaranya Donggala bagian barat dengan status siaga, Donggala bagian utara dengan status waspada, Mamuju bagian utara dengan status waspada, dan Palu bagian barat dengan status waspada. “Kami minta warga Bontang untuk tetap waspada dan jangan terlalu panik,” pintanya.
Sementara itu, Lurah Bontang Kuala (BK) Roni Apriansyah mengakui bahwa warga pesisir di atas laut Bontang Kuala dalam kondisi aman. Para warga tidak terlihat panik saat gempa terjadi. “BK aman, kami masih monitor terus. Mereka (warga BK,Red.) tidak panik, paniknya malah setelah lihat sosial media,” ungkapnya.
Sementara itu dari data yang dihimpun, BNPB merilis gempa yang terjadi di 8 km barat laut Donggala memakan korban meninggal dunia sebanyak satu orang dan 10 luka-luka (hingga kini masih pendataan, Red.). Tercatat, Donggala beberapa kali diguncang gempa. Gempa pertama terjadi pukul 14.00 WIB di 8 km Barat laut Donggala berskala 5,9 SR. Kemudian sekira pukul 14.28 WIB gempa berskala 5,0 SR terjadi di 10 km Timur Laut Donggala, dan 5,3 SR sekira pukul 15.25 WIB di 11 km Timur Laut Donggala. (mga)



![[BREAKING] Gempa 4,2 SR Guncang Timur Laut Bontang](https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_203611-350x250.jpg)



