GEMPA yang terjadi pada Jumat (28/9) petang, pukul 18.02 Wita kemarin, menghebohkan warga Kota Taman. Di antaranya Warga rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Api-Api. Seluruh penghuni rusunawa berhamburan menuju ke lapangan voli di kawasan komplek tersebut.
Misbah salah satu penghuni rusunawa mengatakan dirinya sempat merasakan goyangan ketika hendak menuju kamarnya. Sebelumnya, ia berkunjung ke kerabatnya di lantai empat bangunan yang sama. Namun ketika menapaki tangga, Misbah merasa kepalanya sakit. “Saya terasa pusing dan nafas terasa mau hilang, dikira tekanan darah saya tinggi,” kata Misbah.
Setelah mengetahui bahwa itu gempa, ia lantas memanggil rekan-rekannya untuk keluar bangunan. Langkah inisiatif dilakukan dengan menghindari bangunan twin tower tersebut. Menurutnya, gempa ini pertama kali semenjak ia tinggal di rusunawa. “Sebelumnya tidak pernah merasakan gempa. Secara otomatis saya panggil semua warga rusunawa untuk keluar,” ungkapnya.
Penghuni lainnya, Ani mengatakan banyak warga yang keluar untuk menyelamatkan diri. Baik itu menuju lapangan voli maupun musala. Dikatakannya, terdapat salah satu warga rusunawa yang sedang menggoreng ikan. Uniknya, justru ikan dan minyak goreng itulah yang dibawa keluar bangunan.
“Ada yang sedang menggoreng ikan, justru anaknya tertinggal di kamar. Setelah turun, ia harus kembali menyelamatkan putranya,” kata Ani.
Peristiwa gempa ini pun tak diduga oleh penghuni rusunawa. Termasuk beberapa orang yang sedang mandi harus keluar dengan menutup diri seadanya. “Banyak pula yang hanya memakai selimut, handuk, bahkan ada yang memakai celana dalam saja,” ucap Ani.
Hingga satu jam, beberapa warga masih terlihat enggan untuk kembali ke kamarnya. Termasuk ibu-ibu yang memiliki buah hati, masih berkumpul di musala di sudut komplek rusunawa.
Situasi panik juga terjadi di Bontang Kuala. Menurut salah satu pedagang, Eni mengatakan seluruh pengunjung langsung berhamburan meninggalkan lokasi tersebut ketika gempa terjadi. Bahkan beberapa yang sedang menikmati makanan di warung pun ikut keluar.
“Di sini (warung, Red.) tadi ramai, waktu ada gempa langsung kabur semua,” kata Eni.
Eni tidak mengetahui jika gempa tersebut berpotensi terjadi tsunami. Namun, ia mengatakan situasi air laut saat itu sedang pasang. “Ketinggian air memang seperti ini dari tadi. Dan kami tidak tahu kalau ini berpotensi tsunami,” pungkasnya. (ak)



![[BREAKING] Gempa 4,2 SR Guncang Timur Laut Bontang](https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_203611-350x250.jpg)



