SANGATTA – Kepala Puskesmas Sandaran, Bd kembali ditimpa masalah. Sebelumnya, ia bermasalah dengan bawahannya lantaran masalah pribadi. Bd disebut memecat bawahannya lantaran diduga selingkuh. Ialah Rs. Rs seorang bidan dipecat oleh Bd tanpa konfirmasi.
Masalah lain yang timbul ialah terkait keaktifan kerja. Kali ini bukan bawahan Bd, melainkan dirinya yang diprotes warga.
Dikabarkan, warga mengeluh atas ulah Bd yang jarang berada di tempat. Padahal, warga sangat mengharapkan keberadaan dokter. Jika hal ini tak ada solusi, warga meminta Bd dipecat.
Hal ini dibenarkan oleh Camat Sandaran, Tahir Pekkang. Katanya, Bd memang jarang di tempat kerja. Ini merupakan hasil laporan warga. “Laporan warga, pak Bd jarang di tempat,” kata Tahir.
Tahir mengaku terganggu atas laporan tersebut. Sebagai camat, dirinya mencari jalan tengah. Bd yang dilaporkan pun sudah mendapatkan teguran. “Sudah beberapa kali kami tegur,” kata Tahir.
Tidak diketahui pasti penyebab Bd jarang di tempat. Namun menurut kabar yang beredar, ia lebih banyak berada di kota. Namun kebenaran ini perlu dikonfirmasi ulang.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes), Bahrani Hasanal membenarkan kabar tersebut. Ia mendapatkan kabar dari camat secara langsung. Akan tetapi kata dia, semua perlu memperjelas titik permasalahan. Sehingga tak ada yang tersudutkan.
“Kalau saya tak begitu bermasalah, jangan dulu dipecat. Dicarikan solusi terbaik,” katanya.
Sebab kata Mantan Dirut RSUD itu, mencari dokter tak mudah. Cukup sulit mencari dokter di Kutim. Terlebih mereka yang mau ditempatkan di pedalaman.
“Cari dokter susah. Itu masalahnya. Jadi jika bisa dibicarakan lagi. Cari solusi terbaik,” kata Bahrani.(dy)






