BONTANG – Komitmen Pupuk Kaltim dalam peningkatan kapasitas masyarakat di lingkungan perusahaan termasuk remaja dibuktikan melalui Jambore Mini Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kaltim ke-6. Yang berlangsung sejak Jumat (12/10) hingga Ahad (14/10) kemarin dengan mengangkat tema “Super Youth Generation”.
Kegiatan yang diadakan PIK-R Eta Mandiri Kelurahan Guntung itu bertempat di Rumah Adat Kelurahan Guntung. Diikuti ratusan remaja dari PIK-R Bontang, Kutai Timur (Kutim), hingga Samarinda. Pada kegiatan hari kedua, Sabtu (13/10) itu turut menghadirkan Staf Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Fakhri Husaini beserta jajarannya, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Fakhri Husaini menjelaskan, Pupuk Kaltim sangat serius terlibat pada program peningkatan kapasitas. Utamanya ingin memberikan manfaat untuk masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan, Bontang, Kaltim dan Indonesia pada umumnya. Mencakup seluruh lapisan masyarakat termasuk remaja-remaja generasi muda Bontang.
PIK-R Eta Mandiri Kelurahan Guntung sendiri merupakan salah satu mitra Pupuk Kaltim. Sebagai ujung tombak untuk membantu meminimalisasi persoalan-persoalan remaja terutama yang saat ini cukup marak terjadi. Seperti pornografi, narkoba, hingga HIV/AIDS.
“Tantangan menghadapi remaja saat ini besar sekali. Ketika PIK-R Kelurahan Guntung mengajukan kegiatan ini, Pupuk Kaltim langsung menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan positif semacam ini. Dapat memberikan edukasi kepada generasi muda,” ucapnya.
Fakhri mewakili Pupuk Kaltim berharap hasil digelarnya jambore mini ini dapat memberikan manfaat kepada peserta. Serta dapat memperbaiki perilaku para remaja yang sedang mencari jati diri.
Fakhri menyatakan, remaja masa kini berbeda dengan remaja zaman dahulu. Perkembangan dunia teknologi (gadget) dapat membawa pengaruh positif atau negatif bagi penggunanya. Transaksi narkoba, pornografi, ujaran kebencian, hoaks, semua dapat dilakukan melalui gadget.
“Handphone dapat membuat penggunanya masuk surga atau neraka. Tergantung bagaimana cara kita mengelolanya. Kita tidak tahu sebanyak 100 orang lebih peserta jambore mini ini handphone-nya berisi konten ibadah, olahraga, atau ada konten lain yang harusnya belum layak dimiliki remaja-remaja itu,” sebut Fakhri.
“Ini menjadi suatu tantangan. Nasib Indonesia ke depan dari bagaimana cara kita memperlakukan remaja saat ini,” tambahnya.
Di tempat sama, Nida Ul Hasanah selaku Ketua PIK-R Eta Mandiri Kelurahan Guntung menjelaskan, sekira 120 orang lebih peserta ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Di mana mereka di antaranya berasal dari PIKR Bontang yang ada di beberapa kelurahan serta sekolah seperti MAN Bontang, SMAN 2, YPK, SMPN 5, SMPN 9 dan SMKN 1 Bontang. Serta perwakilan PIK-R dari Kutim dan Samarinda. Mulai tingkat remaja, sekolah (SMA), dan mahasiswa.
“Ini kegiatan rutin tahunan PIK-R Eta Mandiri Kelurahan Guntung yang diadakan setiap bulan November. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi dengan PIK-R se-Kaltim,” terangnya.
“Diisi dengan kegiatan penyuluhan, motivasi, hingga pentas seni (pensi) dari masing-masing kota. Dan pada hari terakhir mengajak seluruh peserta berekreasi ke Beras Basah. Sekaligus mengenalkan pariwisata Bontang kepada peserta PIK-R dari Kutim dan Samarinda,” urai Nida. (ra/adv)






