• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Penanganan “Orang Gila” Rumit 

by BontangPost
21 November 2018, 17:20
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
BUTUH PERHATIAN: Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa nekat menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Aksi pria itu mengejutkan pengemudi truk sehingga terpaksa berhenti mendadak dan hampir menabrak.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

BUTUH PERHATIAN: Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa nekat menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Aksi pria itu mengejutkan pengemudi truk sehingga terpaksa berhenti mendadak dan hampir menabrak.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Birokrasi penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cukup rumit. Selain terlihat kian menjamurnya “orang gila” di jalan-jalan Kota Taman, keberadaannya cukup mengganggu masyarakat. Bahkan beberapa dari mereka juga telah dilaporkan karena membuat suasana menjadi tidak kondusif.

Seperti yang terjadi di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Tanpa memerdulikan keselamatan, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang, tanpa memperdulikan keselamatan dirinya dan pengendara sekitar. Beruntung truk yang berhenti mendadak itu tak memancing kecelakaan beruntun.

Menanggapi hal tersebut, pekerja sosial (peksos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) menuturkan, berdasarkan MoU yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Polri, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), penanganan pertama pada ODGJ dilakukan oleh kepolisian dan Satpol PP bersama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) untuk mengecek dari segi medis.

Baca Juga:  Blanko Tersedia, Tapi KTP-el Belum Bisa Dicetak

Namun sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), ODGJ harus melakukan perekaman biometrik untuk dilacak identitas,  alamat serta jaminan kesehatannya. Setelah dinyatakan tenang, yang bersangkutan kemudian dilakukan penjemputan sesuai dengan daerah asal masing-masing.

BUTUH PERHATIAN: Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa nekat menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Aksi pria itu mengejutkan pengemudi truk sehingga terpaksa berhenti mendadak dan hampir menabrak.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

“Setelah kembali, barulah tugas Dinas Sosial melakukan rehab pemulihan, pemberdayaan dan juga keterampilan sehingga bisa berfungsi sosial kembali,” ujarnya.

Suratmi menuturkan, ODGJ terbagi dalam tiga kategori. Ringan, sedang, dan berat. Kondisi ringan dan sehat kata dia, masih bisa berpotensi sembuh. Selama pemicu yang menyebabkan dia menjadi ODGJ tidak teringat kembali. Namun untuk yang kategori berat, maka sulit untuk kembali normal kembali. Kepedulian pihak keluarga pun juga sangat menentukan kesembuhan ODGJ tersebut.

Baca Juga:  UNBK Hari Pertama Tanpa Kendala

“Namun kebanyakan pihak keluarga justru cuek dan enggan mengurusi lagi. Sehingga ketika tidak ada yang mengontrol kesehatan dan jadwal minum obatnya, orang tersebut akan kambuh lagi dan kembali berkeliaran di jalanan,” jelasnya.

Sehingga menurutnya, di Bontang atau Kaltim perlu memiliki Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sehingga ODGJ yang tidak memiliki keluarga atau sudah tidak dianggap keluarganya, bisa dikumpulkan menjadi satu.

“Kalau Liposos sudah ada, petugasnya yang digaji oleh negara. Sehingga segala kebutuhan ODGJ dapat terkontrol. Sehingga tidak sampai berkeliaran di jalanan. Kalau sekarang, karena keluarganya acuh, sehingga tidak terkontrol dan berkeliaran di jalanan,” tukasnya. (bbg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangorang gila
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Siapkan 12 Jenis Kue Khas Kutai

Next Post

Untuk Sukseskan BCC dan Antisipasi Kemacetan, Sat Lantas Lakukan Pengalihan Arus 

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.