• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Solusi Atasi Anjloknya Harga TBS, Disbun Minta Petani Bermitra 

by BontangPost
23 November 2018, 15:00
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
BUSUK: TBS banyak yang membusuk lantaran tak ada yang membeli.(Dhedy/Sangatta Post)

BUSUK: TBS banyak yang membusuk lantaran tak ada yang membeli.(Dhedy/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA- Bencana anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kutim belum berakhir. Bahkan kian menjadi. Harga TBS saat ini hanya berkisar Rp 400.

Bahkan, tak sedikit hasil panen petani tak diangkut lantaran sudah melewati batas waktu. Seperti buah brondolan (buah yang terlepas dari  tandan kosong) dipastikan dibuang begitu saja. Perusahaan menolak membeli buah brondolan tersebut.

Melihat fenomena ini, Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim, Kasianto pun tak dapat berbuat banyak. Ahli pertanian ini menilai turunnya harga TBS sudah merupakan ketentuan dan permainan pasar. Tak hanya terjadi di Kutim, akan tetapi seluruh Indonesia.

Menurut pengetahuannya, beberapa sebab terbesar turunnya harga TBS lantaran adanya penghentian impor crude palm oil (CPO) oleh Uni Eropa. Sehingga terjadi rendahnya permintaan namun tingginya produksi perusahaan maupun petani. Kemudian, kabar lainnya ialah terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Baca Juga:  Atlet Kutim Siap Berjuang di Porprov 2018

Namun masalah terbesar karena petani tak bermitra dengan perusahaan. Sebab, anjloknya harga hanya terjadi pada petani swadaya. Sedangkan petani mitra masih menikmati harga sesuai dengan ketentuan pemerintah. Harga masih di atas Rp 1.000 perkilo. “Solusi terbaik ialah bermitra dengan perusahaan. Buat lembaga, buat koperasi,” ujar Kasianto.

Tapi pertanyaannya, apakah para petani swadaya siap untuk bermitra. Pasalnya, bermitra memiliki syarat tertentu. Pertama, masalah bibit dan lahan. Apakah bibit tersebut asli dan lahan tersebut milik sendiri.  “Kalau bibit tidak asli, perusahaan pasti tak mau bermitra. Syaratnya ialah memotong pohon lama dan menggantinya dengan bibit asli. Intinya harus bermitra agar harga tetap stabil,” katanya.

Baca Juga:  Banyak yang Tertipu, Buru-buru Buka Celengan

Sebelumnya, beberapa petani di Kutim, mengeluh atas anjloknya harga TBS. Saking kesalnya, mereka membakar TBS tersebut. Hal ini terjadi di Teluk Pandan, Bengalon, dan beberapa kecamatan lainnya. (dy)

Tags: kelapa sawitSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

60 Penduduk Tihi-Tihi Ikuti Tes IVA dan Sadanis 

Next Post

Forum Petani Sawit Tuntut Harga TBS 

Related Posts

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH
Kaltim

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH

20 November 2025, 20:34
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.