• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Buka Borok Praktik Match Fixing

by M Zulfikar Akbar
26 Desember 2018, 19:14
in Bontang
Reading Time: 4 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Permasalahan pengaturan pertandingan menjadi isu terhangat di pesepakbolaan tanah air. Petinggi-petinggi baik klub maupun federasi sudah menyebut beberapa nama yang diduga terlibat kasus tersebut.

Mantan pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini membeberkan seperti apa niat jahat yang dilakukan pelaku. Sehingga bisa meraup uang dari sebuah pertandingan. Berikut petikan wawancara Bontang Post dengan Fakhri di ruang kerjanya, Jumat (21/12).

 

Tanggapan Anda mengenai match fixing atau pengaturan skor pada sepakbola?

Match fixing sudah bisa masuk semua level di pertandingan danone sudah bisa masuk penjudi itu. Para bandar ini semua kelompok usia bisa dijadikan judi untuk mereka. Bahkan pertandingan tarkam pun bisa jadi judi. Buat saya judi sepakbola sudah ada. Bahkan saat saya menonton televisi pertandingan Barcelona vs Levante di billboardnya stadion menampilkan rumah judi. Tetapi yang berjudi itu yang nonton. Bukan pelatih dan pemain yang ikut berjudi mengatur skor.

Pernah ditawari oleh oknum untuk terlibat kasus pengaturan skor?

Dua kali dapat kasus itu. Sebelumnya kami menjuarai klub amatir melalui tim Bina Taruna. Kemudian klub saya ditunjuk oleh PSSI pada tahun 1986 untuk tampil di Marion Cup, Singapura. Pada itu saya berusia 20 tahun. Saat melawan Korea Utara, tim saya kalah 1-2. Meskipun saat itu saya mencetak gol inda, bahkan media Singapura menyebut skema gol mirip Maradonna. Dua hari kemudian kami akan bermain melawan Singapura. Di hotel beberapa teman saya satu tim sudah berbincang dengan orang India dan Tiongkok. Orang tersebut langsung menyambut saya. Kemudian mereka mengajak untuk berkumpul di salah satu lantai hotel.

Apakah tidak merasakan kecurigaan saat itu?

Saya curiga. Oleh sebab itu, saya tanya kepada teman saya sejak kapan berkenalan dengan orang tersebut. Mereka bilang sudah beberapa hari bertemu. Orangnya sangat baik sekali seperti itu kata salah satu teman saya. Setiap permintaan pasti dikasih.

Lantas bagaimana kata hati Anda?

Menurut saya orang tersebut tidak benar. Tidak mungkin orang yang baru kenal, kemudian menawarkan apa-apa, tetapi tidak mempunyai maksud tertentu. Akhirnya saya tinggal. Saat itu saya yang paling junior, sementara rekan satu tim saya sudah memasuki usia senior. Saya tinggal waktu itu, sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi.

Apakah ada dampaknya pada pertandingan?

Saat lawan Singapura, tim kami kalah 1-8. Satu-satunya gol saya yang buat. Itu pun kami tertinggal terlebih dahulu empat gol mereka.

Merasa kecewa kah sehabis pertandingan?

Saya menangis setelah laga. Namun, saya curiga kekalahan ini bukan karena teknis permainan. Melain ada indikasi pengaturan pertandingan.

Kejadian apa yang terjadi setelah laga tersebut?

Setelah pulang ke Indonesia, sebagian dari tim dipanggil ke Singapura. Bandarnya saat itu tertangkap setelah melakoni proses persidangan. Itu yang membedakan dengan di Indonesia.

Lantas, kejadian kedua seperti apa ceritanya?

Ada pelatih menawarkan kepada saya karena kedekatannya dengan pelatih lain tim Galatama pada tahun 1991. Tim saya akan bermain, dan saat itu saya diminta untuk mengatur pertandingan dengan skor 1-1. Saat itu saya menolak, justru saya bernada keras kepada pelatih. Jika dia menurunkan saya, maka gol akan saya buat. Kalau mau jangan mainkan saya.

Dua kali sudah menolak tawaran, mengapa alasannya?

Saya bangga karena tidak ada satu rupiah pun yang masuk keluarga melalui uang haram.

Terhadap klub lokal Bontang sendiri apakah juga terlibat indikasi pengaturan skor?

Manajer Bontang FC saat itu datang ke rumah saya untuk menyuruh mengalah ketika lawan Persiwa dan Persipura di Bontang. Saat itu saya sebagai pelatih. Waktu itu kami diminta kalah dengan selisih tiga gol. Alasannya saat itu sudah tidak harapan di dua laga sisa. Jika kalah maka akan mendapat uang yang bisa digunakan untuk membayar gaji pemain. Karena gaji pemain tersendat beberapa bulan.

Saat itu apa reaksi Anda?

Saya menanyakan berarti besar uang yang diberikan ini. Pasti besar karena gajinya Aldo Bareto, Kenji Adachihara, dan Ali Khadafi. Begitu dia bilang seperti itu, saya berpikir selama ini sudah dihianati. Karena beberapa laga kami selalu kalah dengan margin gol yang sama.

Dua laga itu apakah menderita kekalahan seperti permintaan manajer Bontang FC?

Skor tiga kosong itu tidak terjadi. Karena saya bilang kepada mereka kalau mau maka lebih baik saya tidak datang ke stadion. Akhirnya saya bertanya posisi bandar di mana? Tetapi saat itu dia menjawab tidak tahu. Saya justru diberi tahu oleh seorang pemain Bontang FC ada orang India dan Tiongkok di Hotel Bintang Sintuk. Saat itu pemain ini bermain ke hotel untuk bertemu dengan rekannya dari tim Persiwa. Namun, oknum bandar itu sudah pulang ternyata ketika kami mau menangkap mereka. Malam saat laga ada yang mengaku bahwa bandar sudah datang ke Bontang.

Lantas, apa yang Anda Lakukan?

Saya langsung berbicara kepada pengurus Askot PSSI bahwa saya selama ini telah dihianati. Posisi yang sulit saya hadapi, mengingat perusahaan menugaskan kepada saya untuk ikut terlibat membantu tim ini.

Tanggapan Anda terhadap klub pasca tidak menjabat sebagai pelatih?

Itu yang lebih parah setelah saya tidak melatih. Akhirnya justru terkena pengaturan pertandingan benaran. Setelah itu saya masih diminta pak Isro Umarghani untuk menangani tim Bontang FC. Untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). LPI itu justru lebih rusak. Bandarnya sudah masuk manajemen BFC. Ada nama yang sudah disebut beberapa hari lalu di salah satu stasiun televisi swasta. Bandar tersebut justru leluasa karena bisa masuk lapangan.

Tiga kali tidak mempan dicobai dengan pengaturan pertandingan, apa yang Anda terima?

Makanya saya termasuk tidak populer di kalangan manajer tim yang sudah top.

Perihal menghadiri undangan di salah satu acara TV swasta untuk membongkar praktik pengaturan pertandingan, apakah ada dampaknya?

Saya bisa bicara apa saja, karena saya tidak pernah berhutang budi seorang pun di PSSI. Saya bebas saja datang. Apa yang mesti saya takutkan. Saya pasti mengatakan apa yang saya alami bukan datang untuk merusak PSSI.

Sebagian besar orang mengatakan PSSI tidak ada baik-baiknya, menurut Anda?

Salah kalau PSSI dianggap tidak ada baik-baiknya. PSSI juga banyak melakukan kebaikan di pengurusan sekarang. Kalau dilihat dari prestasi timnas senior memang tidak ada. Tetapi di usia dini telah memiliki prestasi bagus. Kursus kepelatihan juga berjalan masif. Akibatnya banyak pelatih yang telah mengantongi lisensi C. Bahkan sekarang ini lisensi A Profesional pun sudah ada yang ikut. Prestasi inilah yang tidak terjadi di pengurusan sebelumnya. Ini harus berimbang jangan dilihat gagalnya saja.

Apa harapan Anda sehubungan adanya kasus pengaturan pertandingan di pesepakbolaan Indonesia?

Match fixing ini harus dibasmi. Karena profesi pelatih dan pemain itu sangat mulia. Di sepakbola selalu menularkan ilmu mulia, menang dan kalah harus dengan cara terhormat. Bukan kalah karena diatur-atur. Komitmen saya tidak akan pernah berubah. Saya tidak akan pernah berdamai dengan pengaturan pertandingan.

Upaya yang dilakukan Polri dengan pembentukan satgas untuk memberantas match fixing, apakah menurut Anda sudah tepat?

Saya bersyukur dengan itu. Usulan pembentukan stagas inilah merupakan usulan saya. Pemerintah harus ikut, karena kalau match fixing ini diselesaikan di internal PSSI saja tidak akan kelar. Karena sanksi yang diberi PSSI selama ini masih tertutup. Dengan alasan untuk menjaga privasi anggota.

Sanksi apa yang seharusnya diterima pelaku pengaturan pertandingan?

Harus ada sanksi pidana, sehingga masyarakat mengerti bahwa tindakan ini tidak benar. (ADIEL KUNDHARA)

 

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tersangka Curanmor Beraksi Lintas Kota

Next Post

Ibadah Berjalan Lancar, Natal Damai

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.