BONTANG – Selama 2018 PDAM Tirta Taman mengalami beberapa kendala, salah satunya tersendatnya pendistribusian air akibat empat sumur yang mengalami kerusakan. Namun, upaya perbaikan segera dilakukan termasuk pemanfaatan sumur cadangan serta membangun sumur baru untuk penggantinya.
Direktur PDAM Tirta Taman Suramin mengatakan, kerusakan sumur tidak terjadi secara serentak, namun bertahap. Dirincikan sejak Februari lalu, sumur DW II Kanaan terjadi kerusakan. Sumur yang dibangun tahun 2002 tersebut di dalamnya banyak terdapat pasir hingga batu bara. “Selain pasir, dari hasil kajian juga menyatakan kandungan fe pada air di sumur tersebut tinggi hingga membuat umur teknis kontruksi tidak bertahan lama,” jelas Suramin saat ditemui di ruangannya, Rabu (26/12) kemarin.
Selain itu, hasil kajian juga disebutkan bahwa sumur sudah tidak layak, sehingga Suramin meminta kepada Pemkot Bontang memberi bantuan pembuatan sumur. Sempat diprediksi kerusakan sudah diantisipasi, ternyata Agustus lalu sumur DW I Bhayangkara giliran mengalami kerusakan. Belum selesai perbaikannya, ada pula kerusakan sumur DW III di Kanaan dengan penurunan kapasitas produksi. “Penurunannya dari biasa 40 liter menjadi 23 liter saja, masih bisa berfungsi hanya tidak sesuai kapasitasnya, dan ini terjadi di Oktober,” ungkapnya.
Belum selesai itu, ada lagi kerusakan sumur di DW I Kanaan pada November lalu. Semua kerusakan tersebut tentu berdampak pada terhambatnya distribusi air ke sejumlah pelanggan. Akhirnya, kata Suramin, PDAM menggunakan sumur cadangan di Jalan Pupuk Raya. Namun masalah tak selesai disitu saja, karena pelanggan di kota seperti Tanjung Limau, Bontang Baru masih kekurangan air. Alhasil, lanjut Suramin, PDAM mengatasi kekurangan air dengan menarik air dari WTP Loktuan ke kota. “Kami interkoneksikan setiap 1.000 kubik air perhari untuk distribusi pelanggan di kota mulai awal Desember,” ujarnya.
Oleh karenanya, dia berharap masyarakat atau pelanggan air PDAM diminta bersabar, sayangi air, dan jangan menghambur-hamburkan air. PDAM juga telah mengambil solusi dengan membangun sumur baru di Kanaan. Diharapkan awal 2019 sudah dapat digunakan. “Empat kerusakan sumur ini akibat kesalahan non teknis yakni tingginya kadar bahan kimia di dalam sumur, ada juga yang tidak tinggi namun tetap mengalami kerusakan. Saya imbau, pelanggan tetap bersabar, karena kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” bebernya.
Terpisah, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan memang ada beberapa sumur di PDAM yang mengalami kerusakan akibat kandungan zat besinya tinggi. Makanya, membuat pipa mudah keropos.
Oleh karena itu, Neni mengimbau karena Bontang sumber airnya hanya air bawah tanah. Jika 170 ribu warga Bontang menggunakan 40 liter air sehari maka 8.500.000 liter air yang disedot dari tanah. “Sayangi air, kalau kita tidak menjaga lingkungan atau menanam pohon mau bagaimana? Nantinya bisa jadi air laut yang disedot,” ungkapnya. (mga)






