• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Dana Haji Mulai Diinvestasikan, Bidik Usaha Katering dan Valas

by M Zulfikar Akbar
25 Januari 2019, 16:10
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akhirnya mulai menginvestasikan dana haji secara langsung. Tahap pertama, mereka mengalokasikan 20 persen untuk investasi langsung.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menuturkan, pada 2018 dana kelola yang ada di BPKH mencapai Rp 113 triliun. Melebihi dari target yang ditetapkan, yakni Rp 111 triliun. Tahun ini BPKH menaksir potensi dana kelola meningkat menjadi Rp 121 triliun. Angka itu berasal dari asumsi pendaftar haji yang mencapai 700 ribu orang.

Anggito menampik kabar bahwa investasi langsung uang haji digunakan untuk proyek infrastruktur pemerintah.

’’Fokus kami investasi langsung untuk jamaah. Kami tetap amanah untuk alokasi dana semata-mata untuk umat,’’ jelasnya di Jakarta kemarin (24/1).

Anggito menegaskan, tidak ada sepeserpun dana haji yang digunakan untuk proyek infrastruktur nasional.

Baca Juga:  Kuota Haji Tambah 10 Ribu, Butuh Uang Subsidi Rp 346 M

Mantan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag itu menjelaskan, lokasi investasi langsung BPKH nantinya ada di dua tempat. Yakni Arab Saudi dan Indonesia. Untuk di Arab Saudi, BPKH mengincar investasi di sektor usaha pengadaan katering bagi jamaah haji.

Selain itu, bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), BPKH berencana mengakuisisi perusahaan penyedia valas di Arab Saudi. Pertimbangannya, jamaah haji Indonesia selama di Saudi tentu memerlukan penukaran uang. Sehingga, investasi pada perusahaan penyediaan valas cukup strategis.

BPKH juga menjajaki kerja sama dengan PT Pertamina untuk penyediaan avtur bagi penerbangan haji dan umrah. Selain ada potensi imbal hasil atau laba, penyediaan avtur terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji. BPKH tetap berupaya investasi langsung masih terkait dengan kegiatan penyelenggaraan haji.

Baca Juga:  Uang Hasil Pengelolaan Dana Haji Habis

Anggito mengatakan, target tahun ini, dana kelola mereka bisa mencapai Rp 121 triliun. Kemudian, komposisi investasi 50 persen untuk deposito di bank syariah. Kemudian, 30 persen di surat berharga syariah dan 20 persen untuk investasi langsung serta investasi lainnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, pembahasan tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) masih berlangsung antara pemerintah dan panja Komisi 8 DPR. ”Mudah-mudahan pada 6 Februari nanti, sesuai jadwal panja, sudah ditetapkan berapa besaran BPIH 2019,” kata Lukman.

Ketika BPIH 2018 ditetapkan tahun lalu, kurs rupiah terhadap USD masih Rp 13.288. Namun, saat ini kurs sudah mencapai Rp 14.300. ”Ini sudah hampir seribu rupiah selisihnya. Kalau kurs menguat, biaya bisa lebih murah. Namun kalau kurs melemah, tentu BPIH bisa lebih besar dari tahun sebelumnya ,” terang Lukman. (wan/tau/oni/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bpkhdana haji
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sosialisasi Gertak DBD ke RT 12 Api-Api, Praktik Membuat Alat Ovitrap dan Membagikan Bubuk Abate

Next Post

Februari, Marc Marquez ke Indonesia

Related Posts

Tidak Dapat Subsidi, Ongkos Haji TPHD Rp 70 Juta
Nasional

Kuota Haji Tambah 10 Ribu, Butuh Uang Subsidi Rp 346 M

16 April 2019, 13:30
Maskapai Usul Kenaikan Biaya Penerbangan Haji
Nasional

Uang Hasil Pengelolaan Dana Haji Habis

7 April 2019, 13:30

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.