• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Uang Hasil Pengelolaan Dana Haji Habis

by M Zulfikar Akbar
7 April 2019, 13:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Penggunaan uang hasil pengelolaan atau nilai manfaat dana haji untuk subsidi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dinilai terlalu besar. Tahun ini jumlahnya mencapai Rp 7 triliun. Akibatnya menguras uang hasil pengelolaan yang ada di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Sebagaimana sudah ditetapkan tahun ini rata-rata ongkos haji dipatok Rp 35,2 jutaan/jamaah. Padahal biaya riil haji mencapai hampir Rp 70 juta/jamaah. Dengan demikian total subsidi biaya haji (indirect cost) yang diambil dari BPKH mencapai Rp 7 triliun.

Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Agus Priyanto menuturkan dengan besarnya subsidi untuk biaya haji tersebut, maka uang hasil pengelolaan di BPKH sudah habis. Dia mengatakan angka subsidi biaya haji yang mencapai Rp 35 juta/jamaah tersebut terlalu besar.

Dia menghitung dengan setoran awal Rp 25 juta dan masa tunggu rata-rata 10 tahun, idealnya uang hasil pengelolaan hanya sekitar Rp 15 juta saja. ’’Ini hasil perhitungan saya jika orang menyimpan dana Rp 25 juta di bank syariah,’’ tuturnya kemarin (6/4).

Baca Juga:  Efisiensi Jadi Alasan di Balik Penurunan Biaya Haji, MUI Harapkan Pelayanan Tak Ikut Turun

Menurut Agus kondisi uang nilai manfaat di BPKH yang habis cukup rawan. Misalnya jika nanti mendadak Arab Saudi memberikan tambahan kuota haji sebesar 10 ribu jamaah. Kondisi rawan karena BPKH sudah tidak punya uang lagi untuk subsidi. Sebab uang yang ada di BPKH tinggal simpanan pokok setoran awal BPIH.

Potensi kerawanan juga bisa terjadi ketika kurs dolar terhadap rupiah mendadak naik. Sebab sudah tidak ada lagi uang yang cukup besar untuk cadangan menambal selisih kurs.

Dia berharap BPKH memperbaiki sistem pendanaan haji. Salah satu caranya adalah pemberian subsidi disesuaikan dengan masa tunggu masing-masing jamaah. Jadi antara satu jamaah dengan jamaah lain berbeda-beda subsidinya. Skema ini dinilai Agus lebih adil.

Baca Juga:  47 Ribu Lebih Jemaah Indonesia Sudah di Makkah

Sementara yang sekarang menurutnya kurang adil karena dipukul rata. Antara jamaah yang sudah antri belasan tahun atau hanya sekitar lima tahun, mendapatkan dana subsidi yang sama. Dia khawatir skema pemberian subsidi dana haji yang dipukul rata tersebut mempengaruhi kemabruran ibadah haji. ’’Sebab ada jamaah yang disubsidi dari hasil pengelolaan dana haji jamaah lainnya,’’ tuturnya.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu kurang sepakat jika uang nilai manfaat atau hasil pengelolaan dana haji dikatakan habis. ’’Nilai manfaat selalu habis di akhir tahun,’’ katanya. Namun dia menegaskan uang nilai manfaat itu habis bukan karena seluruhnya digunakan untuk subsidi atau membayar indirect cost BPIH 2019.

Anggito menjelaskan uang nilai manfaat selalu habis di akhir tahun karena disalurkan untuk beberapa aspek. Selain untuk subsidi dana haji, juga dikembalikan lagi melalui virtual account calon jamaah haji (CJH) yang masih di antrian. Kemudian hasil pengelolaan dana haji juga digunakan untuk dana kemaslahatan umat dan biaya operasional BPKH.

Baca Juga:  Kisah Nenek Suparmi, 40 Tahun Jualan Jamu Tradisional, Akhirnya Bisa Naik Haji

Terkait dengan potensi kerawanan jika Indonesia mendapatkan tambahan kuota haji, Anggito menuturkan ada beberapa skema solusi. Seperti menggunakan direct cost atau suntikan APBN.

Hingga Februari 2019 lalu dana haji yang dikelola oleh BPKH mencapai Rp 113 triliun. Dana tersebut dihimpun dari setoran awal BPIH sebesar Rp 25 juta/jamaah. Sementara total jamaah yang masuk dalam antrian haji mencapai 4,1 juta jiwa. Jumlah tersebut hampir menyamai penduduk Singapura yang berjumlah 5 jutaan jiwa. (wan/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dana hajiibadah haji
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPU: Rekap Resmi tetap Yang Manual

Next Post

PSSI Belum Bertemu FIFA Bahas KLB

Related Posts

Arab Saudi Jamin Haji 2026 Aman, Jemaah Kaltim Diminta Tetap Tenang
Kaltim

Rute Haji 2026 Aman, Penerbangan Jemaah Dipastikan Hindari Wilayah Konflik

15 April 2026, 08:00
Daftar Haji Cukup lewat Aplikasi
Kaltim

Jemaah Haji Kaltim Mulai Masuk Embarkasi 26 April, 3.166 Orang Siap Berangkat

6 April 2026, 08:00
Arab Saudi Jamin Haji 2026 Aman, Jemaah Kaltim Diminta Tetap Tenang
Nasional

Arab Saudi Jamin Haji 2026 Aman, Jemaah Kaltim Diminta Tetap Tenang

26 Maret 2026, 11:00
Pelunasan Biaya Haji 2023 Diperpanjang Lagi sampai 19 Mei
Nasional

Aturan Baru Haji Ditetapkan, Jemaah yang Ingin Berhaji Dua Kali Wajib Tunggu 18 Tahun

1 November 2025, 09:12
Pelunasan Biaya Haji 2023 Diperpanjang Lagi sampai 19 Mei
Kaltim

2.586 Calon Jemaah Haji Asal Kaltim Berangkat Mei, Calon Haji Diminta Siapkan Fisik

21 Januari 2025, 08:44
Pelunasan Biaya Haji 2023 Diperpanjang Lagi sampai 19 Mei
Nasional

Efisiensi Jadi Alasan di Balik Penurunan Biaya Haji, MUI Harapkan Pelayanan Tak Ikut Turun

9 Januari 2025, 14:59

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.