SINTANG-Sungai Alai di Kelurahan Ladang Kecamatan Kabupaten Sintang diduga tercemar. Warga menduga pencemaran akibat limbah dari pembuangan Hotel My Home.
Ketua RT 02 Kelurahan Ladang, Yusuf Rizal mengatakan, dirinya mendapat laporan dari masyarakat terkait perubahan warna air tersebut. Warga mengeluhkannya, mengingat air yang bermuara di sungai Kapuas tersebut masih dikonsumsi masyarakat sepanjang bantaran sungai. Baik untuk mandi, mencuci serta keperluan lainnya.
“Saya mendapatkan laporan dari warga, beberapa hari ini terjadi perubahan warna air, dari sebelumnya berwarna hitam kemerahan menjadi hitam pekat,” ujarnya, Kamis (31/1).
Setelah mendapatkan laporan tersebut, Yusuf langsung mengambil langkah dengan melakukan kroscek di lapangan untuk membuktikan kebenaran laporan masyarakat.
“Kita juga mengambil sampel air tersebut dan melaporkannya ke lurah setempat, sampai ke Dinas Lingkungan Hidup serta ke dinas terkait lainnya,” jelas Yusuf.
Sementara itu, Lurah Ladang, Khairul Fuad membenarkan perihal laporan tersebut. Ia pun telah perintahkan stafnya untuk membuat surat tebusan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bupati Sintang.”Saya pastikan juga akan memanggil pihak My Home untuk duduk bersama memberikan keterangan terkait hal ini,” terangnya.
Saat dikonfirmasi, Manajemen Hotel My Home, Sikotu mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan kroscek bersama warga sekitar dan telah mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. “Tadi kita sudah cek sama warga. Untuk sample airnya kita bawa ke Pontianak untuk diuji lab. Sekitar 1 bulan baru hasilnya bisa kita terima. Mudahan bisa lebih cepat,” ujarnya via pesan singkat WhatsApp, Jumat (1/2).
Sikota mengklaim, dipastikannya air sungai tersebut tidak ada masalah. Kecuali ikan yang hidup di air itu mati secara mendadak. “Ini ikan yang parit di samping hotel masih hidup,” belanya.
Ia mengatakan, bahwa limbah-limbah dari ruko yang berada di jalan Lintas Melawi juga mengalir ke parit tersebut. “Kalau dari hotel tidak pernah membuang sampah di samping parit tersebut,” pungkas Sikota. (jpg)

