• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pelarangan Naik Kelas Kamar Rawat Inap Belum Berlaku

by M Zulfikar Akbar
7 Februari 2019, 09:40
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala BPJS Kesehatan Bontang, Laily Jumiati. (prokal)

Kepala BPJS Kesehatan Bontang, Laily Jumiati. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Wacana tidak diperbolehkannya naik kelas kamar pada perawatan inap sejumlah dua tingkat belum berlaku di Bontang. Kepala BPJS Kesehatan Bontang Laily Jumiati mengatakan regulasi baru dapat dilakukan setelah mendapatkan petunjuk teknis (juknis).

“Hingga saat ini, kami belum menerima juknis,” kata Laily beberapa waktu lalu.

Dalam juknis nantinya mengatur siapa saja yang boleh melakukan kenaikan kelas saat rawat inap. Termasuk subyek pemberi bantuan jaminan kesehatan, baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Selain itu, jika terjadi kekosongan kamar terjadi di kelas terbawahnya, apakah bisa turun kelas? hal seperti itu diatur dalam juknis,” sebutnya.

Diakuinya, kebebasan berpindah kelas kamar ini mengakibatkan adanya indikasi kerugian negara secara nasional. Namun, Laily belum dapat memberikan data berapa jumlah pasien yang mendapat fasilitas kesehatan (faskes) tidak sesuai kelasnya di Bontang dalam satu tahun. Mengingat, proses audit dilakukan oleh pihak external.

Baca Juga:  KLB Sudah Ditetapkan Kementerian Kesehatan, Pasien Korona Tidak Dijamin BPJS

Rata-rata kasus ini terjadi di segmentasi pekerja bukan penerima upah (PBPU). Mereka mendaftar di kelas lebih rendah awalnya. Namun saat menjalani perawatan inap meminta pemanfaatan yang lebih tinggi.

“Jadi dia mengeluarkan uang yang kecil, sedangkan saat rawat inap hanya membayar selisih kelasnya saja,” tuturnya.

Sebelumnya BPJS Kesehatan memperbolehkan peserta JKN-KIS untuk naik kelas saat menjalani perawatan inap di faskes. Tanpa batasan tingkatan naiknya.

“Kalau dulu bisa daftar kelas 3 tetapi saat dirawat meminta VIP,” sambungnya.

Sementara, urun biaya belum diimplementasikan saat ini. Urun biaya adalah tambahan biaya yang dibayar peserta pada saat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan penyalahgunaa pelayanan.

Baca Juga:  Iuran BPJS, Dibatalkan MA, Dinaikkan Jokowi Lewat Perpres

Disebutkannya, pelaksanaan regulasi harus ada kesepakatan dengan beberapa asosiasi terkait. Seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) pusat.

“Mengenai urun biaya juga belum dijelaskan diagnosa yang mana. Tidak semua diagnosa digenarilisir,” sebutnya.

Sehubungan besarannya, untuk setiap kali rawat jalan pada rumah sakit kelas C, kelas D, dan klinik utama ditetapkan sejumlah Rp 10 ribu. Sementara tiap kunjungan rawat jalan di rumah sakit kelas A dan B sejumlah Rp 20 ribu. Paling tinggi sebesar Rp 350 ribu untuk maksimal 20 kali kunjungan dalam tiga bulan.

Sementara untuk rawat inap, ditentukan 10 persen dari biaya pelayanan. Dihitung dari total pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada faskes rujukan tingkat lanjutan. Atas  paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit dan prosedur.

Baca Juga:  Usulkan Premi BPJS Warga Tak Mampu Lewat Dana Desa

Laily berujar kedua hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 51 tahun 2018. Sejatinya, BPJS Kesehatan hanya mengikuti aturan dari Kemenkes. (ak/prokal)

Tags: bpjs kesehatannaik kelas rawat inap
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ramai Biaya Daftar Ulang Jargas, PT BME: Itu Warisan Pimpinan Sebelumnya

Next Post

Debat Pilpres Kedua, Capres Akan Berdebat Bebas 16 Menit

Related Posts

Terlanjur Beli Obat di Luar karena Stok RS Kosong, Pasien BPJS Bisa Minta Uang Kembali, Begini Caranya
Bontang

Terlanjur Beli Obat di Luar karena Stok RS Kosong, Pasien BPJS Bisa Minta Uang Kembali, Begini Caranya

25 September 2026, 14:19
Penonaktifan PBI di Bontang Capai 3.000 Peserta, Akses Layanan Kesehatan Tetap Dijamin
Bontang

Penonaktifan PBI di Bontang Capai 3.000 Peserta, Akses Layanan Kesehatan Tetap Dijamin

13 Juni 2026, 08:00
Saling Lempar Beban Iuran BPJS: Rakyat Kecil di Kaltim Jadi Korban “Pingpong” Anggaran Pemprov dan Daerah
Kaltim

Saling Lempar Beban Iuran BPJS: Rakyat Kecil di Kaltim Jadi Korban “Pingpong” Anggaran Pemprov dan Daerah

8 Mei 2026, 07:06
BPJS Jadi Syarat Urus SIM, STNK, Naik Haji, sampai Jual Beli Tanah
Kaltim

Nasib 83 Ribu Peserta BPJS di Kaltim Menggantung, Keputusan Ada di Tangan Gubernur

18 April 2026, 08:00
Pekerja Rentan Dapat Perlindungan, Pemkot Bontang Siapkan Rp4 Miliar
Bontang

Pekerja Rentan Dapat Perlindungan, Pemkot Bontang Siapkan Rp4 Miliar

5 Februari 2026, 17:30
Iuran BPJS Kelas 3 Naik Tipis, Pemkot Bontang Siapkan Rp24,4 Miliar untuk Jaminan Kesehatan Warga
Bontang

Iuran BPJS Kelas 3 Naik Tipis, Pemkot Bontang Siapkan Rp24,4 Miliar untuk Jaminan Kesehatan Warga

5 Februari 2026, 15:43

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.