• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Mau Ujian, SMP Swasta Berat di Server

by M Zulfikar Akbar
16 Februari 2019, 19:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
TERKENDALA BIAYA: Permasalahan sebagian sekolah menengah pertama (SMP) swasta tidak dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri sehubungan kewajiban membeli server.DOKUMEN/KALTIM POST

TERKENDALA BIAYA: Permasalahan sebagian sekolah menengah pertama (SMP) swasta tidak dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri sehubungan kewajiban membeli server.DOKUMEN/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMP masih bermasalah. Khususnya sekolah swasta dengan jumlah siswa yang minim. Problem utama, kewajiban memiliki server tidak berbanding dengan kondisi keuangan yang ada. Akibatnya, sejumlah sekolah memilih menumpang di sekolah menengah atas atau kejuruan negeri.

Citra, kepala SMP Yayasan Pendidikan Tunas Inti (YPTI), mengatakan pengadaan server membutuhkan belasan juta rupiah untuk satu unit. Idealnya tiap sekolah memiliki dua server.

“Satu dipakai, satunya bersifat cadangan. Itu idealnya,” kata Citra.

Dituturkannya, tahun ini merupakan kedua kali sekolahnya tidak dapat melaksanakan UNBK secara mandiri. Para pelajar sekolah di Kelurahan Apiapi ini terpaksa menggunakan fasilitas di SMA 1 Bontang untuk mengikuti ujian akhir di kelas IX ini.

Sehubungan dengan perangkat penunjang lain, SMP YPTI pun masih kurang laik pakai. Terbukti, jumlah komputer yang tersedia hanya lima unit. Sementara jumlah peserta UNBK 12 orang.

Baca Juga:  Jalan Ambles Teror Pengendara

Namun, Citra berujar permasalahan komputer masih bisa disiasati. Dengan menggunakan peranti milik guru maupun siswa sendiri. “Hanya servernya ini yang sulit kami penuhi,” ujarnya.

Akibat dari kondisi ini, siswa tidak dapat menggelar simulasi. Meski serba-terbatas, seluruhnya dinyatakan siap mengikuti UNBK. Beberapa modul soal pun diberikan guru untuk membiasakan siswa dalam menjawab materi.

“Siswa saat ini sangat lihai dalam menjalankan komputer. Yang perlu dibiasakan ialah bagaimana menjawab soalnya,” ungkapnya.

Citra pun tidak khawatir. Nantinya, peserta UNBK saat mengikuti geladi bersih akan diberi waktu dua jam untuk membiasakan diri. Bahkan, 30 menit sebelumnya teknisi sekolah bersangkutan akan menjelaskan panduan dalam menjawab soal.

Pun demikian yang terjadi di SMP Advent, Berebas Tengah. Mahalnya harga server membuat proses UNBK harus mengungsi di SMK 2 Bontang. Binawan Purba selaku wali kelas IX menyebut hingga kini belum ada bantuan masuk.

Baca Juga:  Sepekan, Harga Bawang Putih Merangkak Naik

Nantinya, proposal sekolah akan menyasar beberapa perusahaan swasta. Jika ditotalkan kebutuhan anggaran mencapai Rp 80 juta. “Itu semua lengkap dari server hingga komputer,” kata Bina.

Saat ini, hanya terdapat enam komputer di sekolah tersebut. Sayangnya, kondisinya memprihatinkan. Terkadang mesin itu tiba-tiba mendadak berhenti beroperasi. Mengingat beberapa komponen dalam peranti itu tergolong lama.

“Sering gangguan karena memorinya kecil,” sebutnya.

Dikatakan Bina, sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan ialah kelengkapan ruangan. SMP Advent telah memiliki ruangan yang bakal diplot untuk server. Padahal, diperlukan ruang dengan pendingin l untuk menjaga agar komponen tidak rusak.

Diketahui, pelajar kelas IX SMP Advent berjumlah 20 orang. Ke depan, sekolah mewacanakan untuk menyiapkan sarana transportasi saat UNBK, kendati ongkos ditanggung oleh masing-masing orangtua.

Baca Juga:  Fasilitasi Alumni, Sebagai Wadah Silaturahmi 

Beban biaya juga dikeluhkan SMP Perintis Kanaan. Salah satu perwakilan guru yang enggan disebutkan namanya menuturkan, untuk membayar tenaga karyawan bertumpu pada iuran siswa tiap bulannya. Jika pengadaan server ini ditanggung sepenuhnya sekolah maka terasa berat.

“Harusnya Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) fasilitasi,” kata dia.

Bahkan, untuk proses UNBK nantinya tiap siswa ditarik iuran kembali. Tujuannya untuk membayar kepada sekolah tempat ujian. Tercatat, siswa kelas IX SMP Perintis Kanaan berjumlah 18 anak.

“Tidak bisa gratis kami harus membayar sebesar Rp 2,5 juta untuk UNBK,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, selain ketiga sekolah tersebut, terdapat dua SMP swasta yang harus menumpang saat proses ujian ke sekolah lainnya. Meliputi SMP Nurul Iman dan Yayasan Pendidikan Loktuan (YPL). (ak/far/k15/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangsmp swastaunbk smp
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Proyek Kalija Batal, Menteri Disarankan Bawa Industri Jawa ke Kaltim

Next Post

Neni Tanya Soal Progres Kilang Bontang, Ini Jawaban Menteri ESDM

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.