• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Tembok Patologis

by M Zulfikar Akbar
17 Februari 2019, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Berat badannya naik. Bisnisnya menurun. Itulah Donald Trump. Setelah dua tahun jadi presiden.
Tapi Trump tampak happy. Di kekuasaannya. Juga tetap antusias. Gebrak sana gebrak sana.

Tekanan darahnya sangat bagus: 119/80. Kolesterol ya juga normal. Bahkan turun. Dari 223 ke 196. Ini karena obat penurun kolesterolnya dinaikkan. Dari 10 mg ke dosis maksimal: 40 mg.

Hanya berat badannya naik: dari 239 ke 243 pound. Naik 2 kg. Menjadi 110 kg. Sudah tergolong kegemukan. Rasio berat berbanding tinggi badannya 30,4. Berdasar indeks itu Trump sudah tergolong obesitas.

Tapi geraknya masih lincah. Jumat kemarin ia masih bisa bikin heboh lagi: mengeluarkan dekrit. Menyatakan negara dalam keadaan darurat. Di bidang pengamanan perbatasan.

Padahal DPR sudah mau kompromi. Menyetujui sebagian anggaran yang ia minta. Dari USD 5,7 miliar dikabulkan USD 1, 8 miliar.

Trump tidak puas. Tapi mau menerima anggaran cupet itu. Hanya saja ia tetap mengeluarkan dekrit keadaan darurat. Untuk menutup kekurangannya.

Dengan dekrit itu Trump bisa mengalihkan anggaran pertahanan. Membangun tembok, menurut logika Trump juga bagian dari pertahanan.

Baca Juga:  Salman Tidak Mampir

Yang dialihkan itu adalah anggaran untuk anti narkotika. Logikanya? Dengan dibangunnya tembok perbatasan penyelundupan narkotika menurun.

Itulah alasan Trump kelak. Kalau dekritnya di permasalahan DPR.

Trump memang luar biasa ngotot. Agar tembok pembatas Amerika-Meksiko itu harus terwujud. Sesuai janji kampanye.

Yang tidak sesuai adalah sumber dananya. Dulu Trump selalu mengatakan tembok itu akan dibiayai Meksiko. Atau akan ditagihkan ke Meksiko. Ternyata dari APBN.

Seberapa panjang yang dibangun?
“Akan panjaaaaang sekali,” ujar Trump.

Bagian bawahnya berupa beton. Setinggi air kalau lagi banjir. Sungai Rio Grande memang sering banjir. Sungai itu memanjang hampir di sepanjang perbatasan. Terutama di negara bagian Texas dan New Mexico.

Di atas beton itu dibangun pagar besi. Yang bagian atasnya lagi dibentuk secara khusus. Agar sulit dipanjat.

“Untuk memanjat tembok itu akan lebih sulit dari mendaki gunung Everest,” kata Trump.

Yang belum dijelaskan: tembok itu akan dibangun di mana? Di tengah sungai? Tidak mengganggu ekologi? Atau di tanah Amerika? Yang di pinggir sungai? Yang berarti Meksiko menjadi pemilik utuh sungai Rio Grande?

Baca Juga:  Mr Seven Eleven

Apa pun Trumplah yang akhirnya menang. DPR menyetujui sebagian. Trump mengeluarkan dekrit. Tembok jadi dibangun. Pemerintahan tidak perlu tutup lagi.

Trump boleh tua. Tapi tidak mau kalah.

Kesehatannya begitu baik. Untuk orang berusia 72 tahun. Dengan agresivitas seperti itu.
Kalau toh ada yang kurang menyenangkannya adalah kondisi perusahaannya. Yang justru merosot. Turun 7 persen.

Pun banyak proyeknya yang harus dibatalkan. Seperti pembangunan hotel-hotel baru.
Trump Junior, anak presiden itu, menyalahkan partai Demokrat. Yang tidak henti-hentinya mengganggu bapaknya. Bahkan merencanakan penyelidikan baru. Ke seluruh perusahaan Trump. Apakah mendapatkan keuntungan dari jabatan presidennya.

Diumumkan juga bahwa gedung perkantorannya banyak kosong. Yang di New York itu. Rupanya tenan justru banyak yang risi. Berkantor di gedung milik presiden. Rawan jadi obyek penyelidikan.

Tapi, ujar Trump Junior, itu sudah resiko. Kalau kelak bapaknya kembali ke bisnis akan bisa maju lagi.

Baca Juga:  Babi pun Harus Move On

Adakah kesehatan mental Trump juga prima?

Tergantung siapa yang berkomentar. Tapi kebiasaan Trump unggah twitter dini hari jadi sorotan. Tidak jarang Trump sudah bertwitter pada jam 4 pagi. “Apakah ia menderita sulit tidur?,” tulis Jon Hauxwell. Ia seorang dokter ahli. Yang minggu lalu menulis untuk koran Hays di Kansas.

Hauxwell juga menyorot jumlah Twitter yang diunggah Trump. Selama satu tahun 2018 mencapai 2.843 twitter. Jauh lebih banyak dibanding twitter tahun 2017. Yang mencapai 2.277.

Bukan hanya jumlahnya yang disorot. Juga isinya. Yang suka memuji diri sendiri. Tidak jarang puji diri itu sangat berlebihan. Bohongnya. Termasuk di forum seresmi SOTU (State of the Union). Di pidato yang begitu penting. Sampai Ketua DPR, Nancy Pelosi, memberinya hadiah ‘Tepuk Nancy’ yang viral itu.

“52 persen isi twitter Trump memuji dirinya sendiri,” tulis Hauxwell.

Kesimpulannya: secara kejiwaan Trump itu tergolong obsessive compulsive behaveor. Yang sudah patologis.
Kapan-kapan saya ingin ke tepi Rio Grande lagi. Kalau temboknya sudah jadi. (dahlan iskan)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dahlan iskandis way
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kerja Bakti dan Penerapan 4M+ Solusi Berantas DBD di Kelurahan Api-Api

Next Post

Liga Indonesia Dimanfaatkan Bandar Judi Luar Negeri

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.