• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

by M Zulfikar Akbar
21 Februari 2019, 19:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BERDAMPAK: Direktur KPFM Samarinda Denny Sulaksono (kiri) dan Wakil Pemred Kaltim Post Duito Susanto (kanan) memimpin diskusi terkait kenaikan harga tiket pesawat bersama Leni Marlina (dua kiri) dan Ervina Mila Wati (dua kanan). RAMA SIHOTANG/KALTIM POST

BERDAMPAK: Direktur KPFM Samarinda Denny Sulaksono (kiri) dan Wakil Pemred Kaltim Post Duito Susanto (kanan) memimpin diskusi terkait kenaikan harga tiket pesawat bersama Leni Marlina (dua kiri) dan Ervina Mila Wati (dua kanan). RAMA SIHOTANG/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir tahun lalu rata-rata kenaikan harga tiket pesawat mencapai 40-120 persen. Kenaikan harga ini berdampak pada penurunan penjualan tiket karena para penumpang banyak beralih menggunakan kapal laut.

Isu kenaikan tiket ini dibahas pada Coffee Morning KPFM Samarinda yang bekerja sama dengan Kaltim Post. Menghadirkan narasumber dari pihak agen travel dan dampak lain seperti okupansi hotel di Samarinda.

Divisi Ticketing PT Cendana Mitra Perkasa Ervina Mila Wati mengatakan, mahalnya tiket pesawat serta aturan baru mengenai bagasi berbayar mulai berdampak di Samarinda. Penjualan tiket pesawat menurun hingga puluhan persen. Hal itu karena banyaknya penumpang pesawat yang beralih ke transportasi darat atau laut.

“Apalagi penumpang dengan banyak bawaan, daripada naik pesawat mahal lalu bagasi berbayar lebih baik naik kapal,” jelasnya saat Coffee Morning KPFM Samarinda, Rabu (20/2).

Dia menjelaskan, peralihan langsung ke tiket kapal tentunya memperlihatkan bergesernya kebutuhan masyarakat. Tiket pesawat hanya dibeli sebagai kebutuhan mendesak, atau keperluan bisnis. Sedangkan jika sekadar jalan-jalan atau kunjungan wisata maka masyarakat akan memilih naik kapal laut. “Sebentar lagi ada event guru sekumpul di Banjarmasin. Biasanya warga Kaltim akan banyak memesan tiket pesawat Samarinda ke Banjarmasin,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Sebut MYC Sudah On the Track, Gubernur Mundur Tanpa Tanggungan

Namun, tambahnya, saat ini banyak yang beralih untuk naik bus. Sebelum kenaikan tiket, masyarakat memilih naik pesawat. Selain cepat, selisihnya hanya sekitar Rp 400 ribu. Sekarang, selisihnya minimal Rp 800 ribu, sehingga lebih baik lama di jalan tapi murah. “Kami para agen travel juga semakin sulit karena penghapusan insentif dari maskapai penerbangan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dulu agen travel bisa mendapatkan 5-10 persen insentif dari penjualan tiket. Namun, saat ini sudah tidak ada. “Harapannya ada regulasi yang bisa mengatur ini, agar tiket pesawat bisa normal kembali. Pemerintah harus bisa bergerak cepat menurunkan harga tiket pesawat, sebelum dampaknya jauh lebih besar,” pungkasnya.

Baca Juga:  Penumpang Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

Ketua Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC-PHRI) Samarinda, Leni Marlina mengatakan, berbagai daerah di Indonesia juga terdampak kenaikan tiket. “Tapi Samarinda belum menunjukkan secara angka untuk penurunan okupansi hotel atau kunjungan restoran,” tuturnya.

Namun, dampaknya pasti akan terlihat. Banyak orang yang akan menunda perjalanan apalagi untuk liburan. Karena, yang tadinya sudah merencanakan liburan akibat tiket mahal jadi tertunda. Dengan berkurangnya kunjungan, maka penginapan hotel juga akan berdampak.

“Selain itu dari restoran juga akan terkena imbas penurunan. Karena pengiriman barang dari daerah ke daerah lainnya lebih mahal. Biaya kargo yang meningkat tentunya akan berdampak pada industri makan dan minum di Kota Tepian,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, meningkatnya biaya kargo akan menyebabkan makanan, dan minuman yang didatangkan dari luar Kaltim meningkat harganya. Kenaikan itu berujung pada berkurangnya daya beli masyarakat. “Okupansi hotel menurun, dari restoran juga turun. Itu karena Samarinda merupakan kota jasa dan perdagangan,” katanya.

Baca Juga:  Keberangkatan Kapal Terakhir di Pelabuhan Loktuan Overload, Pelni Cetak 74 Tiket Tambahan

Leni mengatakan, jika pemerintah tidak membuat regulasi secepatnya untuk menurunkan harga tiket pesawat, maka kebiasaan lama masyarakat akan kembali. Yaitu, memilih untuk naik kapal laut karena murah. Namun, akan banyak membuang waktu perjalanan. “Ini bukan kemajuan untuk masyarakat, tapi kemunduran. Seharusnya ada regulasi yang mengatur cepat hal ini,” jelasnya.

Menurutnya, tingkat hunian kamar di Samarinda sejak 2014 sudah mengalami penurunan. Bahkan, dari sekitar 8.000 kamar hotel di Kota Tepian dari mulai hotel bintang lima hingga nonbintang, hanya terisi tak sampai 1.000 kamar setiap harinya. Itu sudah terjadi sejak lama, terjadi peningkatan tapi tak setinggi penurunan tersebut.

“Ditambah lagi kenaikan tiket pesawat saat ini. Otomatis kembali terdampak untuk keterisian kamar. Ini yang harus membuat pemerintah bergerak cepat mengambil kebijakan harga tiket, agar masyarakat nyaman melakukan penerbangan dan dampaknya tidak lebih jauh,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15/kpg)

Tags: kaltimKapal Lauttiket pesawat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

MoU Gagal, Pemprov Lelang Ulang Hotel Atlit

Next Post

Banyak Tambang Cacat Administrasi, Ini Rinciannya

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim
Kaltim

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

19 Mei 2022, 16:55

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.