bontangpost.id – Alur mudik lebaran tahun ini melalui moda transportasi laut sudah berakhir. Tepatnya pada keberangkatan KM Binaiya, Jumat (22/4/2022) kemarin. Kepala PT Pelni Cabang Samarinda Syarif Hidayat mengatakan tiket sesungguhnya telah ludes sejak beberapa hari pra keberangkatan.
Akan tetapi animo masyarakat untuk pulang kampung dari Pelabuhan Loktuan sangat tinggi. Terbukti di hari keberangkatan ada sekira 74 penumpang belum mengantongi tiket. Padahal kapasitas kapal ini mampu menampung 999 penumpang. Artinya total penumpang yakni 1.073. Angka ini mengacu DCS yang dikeluarkan PT Pelni.
“Akhirnya ada kebijakan dari PT Laut Bontang Bersinar (LBB) selaku Badan Usaha Pelabuhan,” kata pria yang akrab disapa Ujang ini.
Skema pengajuan itu ditujukan kepada KSOP. Kemudian digodok oleh Satgas Penanganan Covid-19. Menurutnya, rekomendasi satgas diizinkan menambah kapasitas. Dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan dan validasi penumpang menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
“Apalagi jumlah sarana pengamanan kami masih memadai. Mulai dari skoci, baju pelampung, hingga liferaft,” ucapnya.
Sejatinya kapal dengan rute Awerange-Makassar-Batulicin-Bima-Tanjung Benoa ini mampu mengangkut jumlah penumpang hingga 2 ribu. Tetapi jika sampai nominal itu stuasinya tidak nyaman.
Pertimbangan penambahan ini lantaran sebagian penumpang telah bermalam di area pelabuhan. Bahkan ada yang mencapai tiga hari. Dengan tujuan mudik dan sudah tidak memiliki biaya lagi jika gagal berangkat.
“Kami akomodasi untuk tiket ditambah ke kantor pusat. Karena tujuan penumpang itu baik. Selagi kapal juga masih memadai,” tutur dia.
Apalagi kapal ini merupakan keberangkatan terakhir di mudik lebaran kali ini. Kapal tiba di pelabuhan 10.30. Bertolak sekira 16.00. Dijadwalkan kapal tiba di Awerange pada 17.00 hari ini.
“Seandainya tidak diangkut dengan apa mereka pergi. Ini kebijakan,” terangnya. Sementara jumlah penumpang turun mencapai 101. (*/ak)







