bontangpost.id – Sempat dikabarkan bakal dibuka awal Agustus, namun rencana pembukaan Pelabuhan Loktuan kembali ditunda oleh Pemkot Bontang. Dinas Pehubungan (Dishub) menyatakan penundaan pembukaan akses transportasi penumpang melalui moda laut di pelabuhan tersebut.
Kasi Angkutan Dishub Welly Zakius mengatakan penundaan ini seiring penambahan kasus Covid-19. Diputuskan dalam pertemuan dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang. Tepatnya pada 16 Juli lalu.
“Kami tunda pembukaan Pelabuhan Loktuan hingga September,” kata Welly.
Jadwal itu pun dipastikan belum tetap. Bergantung perkembangan kasus pandemi virus corona. Menurutnya, penundaan juga mengacu usulan masyarakat agar tidak membuka pelabuhan sebelum zero kasus Covid-19.
“Ini kewenangan daerah, Kementerian Perhubungan pun tidak bisa memaksa. Potensi ditunda lagi jika masih ada kasus (Covid-19),” ucapnya.
Sebelumnya, Dishub telah melakukan persiapan dengan KSOP. Berkenaan dengan penerapan protokol kesehatan jika aktivitas di Pelabuhan Loktuan dibuka. Mulai dari prosedur kewajiban penumpang harus melakukan rapid tes sebelum membeli tiket hingga pembatasan jumlah penumpang.
“Saat itu kami sepakati jumlah penumpang hanya 50 persen dari kapasitas daya tampung kapal. Karena di dalam dek juga harus menjaga jarak,” tutur dia.
Ketentuan lainnya juga diatur. Meliputi penumpang juga diwajibkan memakai masker, penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaan, pengukuran suhu penumpang, hingga petugas menggunakan alat pelindung diri.
“Semuanya juga sudah kami bahas. Tetapi keputusan dari kepala daerah dan tim gugus percepatan penanganan Covid-19 meminta untuk ditunda pembukaan pelabuhan,” sebutnya.
Kini, aktivitas pelabuhan hanya dilakukan bagi kapal kargo. Sehubungan dengan proses bongkar-muat barang. Sementara penumpang jika ingin berlayar paling dekat dapat melalui Pelabuhan Samarinda.
Diberitakan sebelumnya, legislator bersuara terhadap wacana pembukaan aktivitas pelabuhan yang dilontarkan bulan lalu. Anggota Komisi III DPRD Faisal menilai rute pelayaran kapal dari Bontang umumnya menuju daerah Sulawesi. Notabene di beberapa wilayah daerah tersebut masih berstatus zona merah.
“Saya yang tinggal di daerah sekitar pelabuhan, minta ditinjau kembali untuk membuka akses ini,” pintanya. (*/ak/kpg)







