• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

DBD Serang 599 Orang di Balikpapan

by M Zulfikar Akbar
28 Maret 2019, 19:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN – Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Balikpapan terus bertambah. Hingga pekan ke-13, tercatat 599 orang terkena virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

DBD sudah menjadi penyakit endemis yang kerap didapati tiap tahun. Bahkan, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Balerina, hampir seluruh daerah di Balikpapan sudah termasuk kawasan rawan DBD. Termasuk Balikpapan Utara dan Selatan.

Meski jumlah pasien tinggi, kasus DBD saat ini belum masuk kejadian luar biasa (KLB). Dari jumlah tersebut, tercatat lima penderita meninggal dunia. Pasien yang meninggal dunia berasal dari Karang Joang, Klandasan Ilir, Lamaru, Sepinggan, dan Gunung Samarinda. Dua di antaranya berusia 14 tahun. Ketika dibawa ke rumah sakit, pasien sudah dalam kondisi kritis atau DSS (dengue shock syndrome).

Baca Juga:  Hasil Observasi Negatif, 6 Pasien di Balikpapan Dibolehkan Pulang

“Lima orang yang meninggal karena keterlambatan, trombosit pasien sudah di bawah angka 12 ribu, terjadi pendarahan dan ada yang punya penyakit kronis sehingga mempercepat DBD,” sebut Balerina.

Dia mengatakan, panas merupakan tanda awal. Jadi, bila anak mengalami panas tinggi orangtua mesti segera membawanya ke puskesmas terdekat. Bila sampai hari ketiga panas tidak kunjung turun, segera bawa kembali ke puskesmas dan lakukan pemeriksaan darah.

“Periksa darah itu sudah SOP, kalau dilihat trombosit menurun sembari menjalani perawatan anak dianjurkan minum banyak air. Orangtua saat anak panas suka coba-coba memberi obat turun panas, padahal bisa jadi fase DBD sudah kritis. Suhu tubuh 37,8 derajat sudah panas, kalau sudah 40 itu bahkan emergency,” lanjutnya.

Ditambahkan lagi, DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan. Menghadapi musim DBD seperti sekarang, Balerina tak hentinya mengingatkan masyarakat akan pola hidup bersih sehat (PHBS). Terlebih daerah kumuh dan pesisir. Jadi, 3M; menguras, menutup, dan mengubur, mau tak mau harus dilakukan.

Baca Juga:  Sari Kurma Bisa Menyembuhkan Demam Berdarah, Benarkah?

Meski kegiatan tersebut diakui tidak cukup untuk membasmi berkembangnya jentik nyamuk. Alasannya, jentik nyamuk tidak serta-merta terbawa saat bak mandi dikuras. Ketika menguras bak atau wadah air, seharusnya diikuti dengan menggosok dinding bak atau tempat penampungan air tersebut. Sebab, telur nyamuk dapat menempel di dinding bak sehingga perlu disikat juga.

Dia mengatakan, pengurasan bak dapat dilakukan setidaknya seminggu sekali. Berguna memutus siklus hidup nyamuk. Sebab, siklus hidup nyamuk hanya berumur dua sampai tiga bulan, dari telur hingga dewasa dan mati. Namun, jangan lupa, setelah menguras dan air kembali diisi, tutup segala tempat penampungan air.

Setelah menguras dan menutup, tindakan berikutnya yang perlu diingat ialah mengubur barang bekas. Sebenarnya aksi ini, menurut Balerina, dapat dimanfaatkan dengan mendaur ulang barang-barang bekas. Sebab, kemampuan urai barang bekas di dalam tanah membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Terutama bahan plastik. Yang dapat menyebabkan limbah baru pada masa mendatang.

Baca Juga:  Usaha Cetak Uang Palsu Dibongkar

“Mulai pemberantasan sarang nyamuk, abate, penggunaan kelambu air di tong yang terbuka agar jentik yang menjadi nyamuk tidak bisa keluar, dan paling akhir dilakukan fogging. Hal tersebut terus kita sosialisasikan, sekarang bergantung masyarakat lagi, ikut serta mengampanyaken hidup sehat atau membiarkannya saja. Sebab, DKK tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan masyarakat,” tutupnya. (lil/dwi/k16/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: balikpapandbd
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masih Bermasalah, Jargas 2017 Baru 56,04 Persen Gas In

Next Post

Dorong Penguatan Transformasi Industri Berbasis Digital, Pupuk Kaltim Terima Dua Penghargaan ITECH

Related Posts

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak
Bontang

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak

13 April 2026, 12:00
Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan
Bontang

Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan

9 Maret 2026, 09:53
Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026
Bontang

Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026

3 Maret 2026, 10:00
Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang
Bontang

Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang

2 Maret 2026, 15:28
DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia
Bontang

DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia

28 Januari 2026, 10:00
Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School
Bontang

Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School

30 September 2025, 11:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.