• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Lokasi Ibu Kota Baru Tak Sepenuhnya Bebas dari Asap Karhutla

by M Zulfikar Akbar
29 September 2019, 18:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Desa Bumi Harapan, Sepaku menjadi salah satu kandidat kuat lokasi IKN.(prokal)

Desa Bumi Harapan, Sepaku menjadi salah satu kandidat kuat lokasi IKN.(prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah harus lebih serius mengatasi titik api. Lokasi ibu kota negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), jadi ancaman serbuan asap.

BALIKPAPAN-Lokasi IKN di Kecamatan Sepaku belum sepenuhnya bebas dari asap. Meski titik api bukan dari kawasan IKN, asap datang dari kecamatan tetangga, Penajam. Lokasinya juga tak begitu jauh. Asap tentu tinggal menunggu waktu sampai ke Kecamatan Sepaku.

Titik api itu tepatnya berada di RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung. Sebuah lahan gambut di kawasan itu terbakar kemarin (27/9). Padahal sepekan sebelumnya, kebakaran lahan gambut juga terjadi di dua RT tersebut termasuk RT 03 Desa Giripurwa, tapi beda titik. Dilihat dari Google Maps, titik api itu berjarak sekitar 50 kilometer menuju Sepaku.

Kandidat lokasi IKN di Sepaku ada di tiga kawasan. Yakni Desa Bumi Harapan, Desa Bukit Raya, dan Kelurahan Pemaluan. Lokasi terdekat dari titik api di Petung adalah Bumi Harapan berjarak sekitar 50 kilometer. Sementara Kelurahan Pemaluan 60 kilometer dan Desa Bukit Raya 67 kilometer.

Benar saja, kemarin dari pantauan media ini, di Sepaku kabut asap tipis menyelimuti kawasan calon IKN. Tentu ancaman kabut asap yang lebih pekat masih membayangi lokasi ibu kota.

Baca Juga:  Bangun IKN, Keberadaan Bakau Terancam, Banjir Mengintai

Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, kebakaran lahan itu berawal dari semak belukar yang terbakar di belakang SMP 23 PPU, tepatnya RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung pada Kamis (26/9) sekitar pukul 14.08 Wita. Api terus menjalar dan melebar. Namun dapat dikendalikan.

Pada Jumat (27/9) sekitar pukul 14.51 Wita, kondisi api kembali membesar dan terbagi menjadi beberapa titik api. Material yang terbakar adalah lahan gambut tipis dengan kondisi saluran air mengering karena mengikuti pasang surut air laut.

Hingga pukul 17.50 Wita, tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU yang dibantu personel TNI-Polri dan warga setempat terus melakukan pemadaman lantaran kembali terjadi perluasan api akibat angin kencang di kawasan tersebut.

Menggunakan mesin pompa air portabel milik BPBD PPU dan Dinas Pertanian (Distan) PPU serta dibantu pemadaman manual oleh warga setempat. “Karena sumber api merupakan perluasan dari kebakaran lahan di belakangan SMP 23, yang terjadi kemarin (26/9),” kata Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila kepada Kaltim Post kemarin.

Baca Juga:  Jambi Membara, Langit Memerah

Api dapat dikendalikan sekitar pukul 19.00 Wita. Namun, potensi perluasan kebakaran lahan gambut bisa kembali terjadi karena pengaruh angin kencang di lokasi tersebut.

Jadi, ucap dia, tim gabungan penanggulangan karhutla akan melakukan investigasi terhadap sumber api sekaligus melakukan penelusuran lapangan guna memastikan luasan areal lahan gambut yang terbakar. Mengingat kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang sama dengan kebakaran di Kelurahan Petung dan Desa Giripurwa lalu.

Dia menuturkan, pihaknya memerlukan tenaga dan waktu ekstra untuk memadamkan api. “Karena sifat lahan gambut seperti itu. Jika tidak dilakukan pendinginan dengan maksimal, masih berpotensi memunculkan titik api baru,” terang dia.

Ex-Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Tohar mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap titik api yang sudah dipadamkan beberapa waktu lalu. Termasuk titik api baru di lahan gambut RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung.

Upaya pemadaman menggunakan mesin pompa air portabel bagi wilayah yang bisa dijangkau dengan mobil tangki. Namun, bila tidak dapat diakses, bisa membuat sekat. “Jika sulit dijangkau, pemadaman manual menjadi pilihan. Menggunakan parang dan mengerahkan banyak personel,” kata pria yang juga menjabat sekkab PPU itu.

Baca Juga:  Sambut IKN, Kota Taman Butuh PTN

Adapun, Polres PPU masih terus mendalami kasus kebakaran lahan di RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung, hingga RT 03 Desa Giripurwa. Ada 12 saksi terkait kebakaran lahan gambut tersebut yang sudah dimintai keterangan. Di antaranya, pemilik lahan serta pihak Kelurahan Petung dan Desa Giripurwa.

“Karena menurut keterangan saksi, awalnya api menyala di lahan milik warga. Kemudian menjalar ke kebun kelapa sawit milik dua warga lainnya,” ucap Kasat Reskrim Polres PPU AKP Dian Puspitosari kemarin.

Para pemilik lahan yang mengetahui lahannya terbakar coba melakukan pemadaman. Namun, api tidak dapat dikendalikan sehingga saksi lantas menghubungi BPBD PPU untuk melakukan pemadaman.

Berdasarkan penyelidikan sementara, belum ditemukan adanya bukti kuat dari mana asal api bermula. “Kami masih melakukan pendalaman. Sebab, semua saksi tidak mengetahui siapa yang berada di titik awal api. Merambatnya api karena angin kencang dan mengenai lahan gambut, sehingga api cepat menjalar,” ucap perempuan berkerudung itu. (kip/rom/k16/prokal)

Tags: ibu kota baruKarhutla
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DPR Tak Solid, Tujuh Fraksi Mendukung, PKS-Gerindra Tolak Pemindahan IKN

Next Post

Pendaftaran Tes CPNS 2019 Dibuka November, Ujian Tahun Depan

Related Posts

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka
Kaltim

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka

29 Oktober 2026, 19:14
Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan
Bontang

Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan

28 Oktober 2026, 15:08
Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya
Nasional

Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya

28 Oktober 2026, 14:52
Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu
Kaltim

Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu

24 Oktober 2026, 10:10
Titik Panas di Berau Sudah Tembus 700, Terbanyak di Kaltim
Nasional

Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Menko Polkam: Indonesia Masih Sanggup

20 Oktober 2026, 08:39
Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA
Nasional

Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA

19 Oktober 2026, 15:14

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.