BONTANG – Mengenai peningkatan saluran drainase di Jalan HM Ardans, diakui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang tidak sempat dilakukan sosialisasi kepada warga lantaran waktunya mepet.
Kabid Bina Marga Bina Antasariansyah menuturkan, dalam suatu pembangunan memang secara otomatis akan menimbulkan dampak. Seperti yang dialami warga RT 25 Satimpo saat ini.
Warga yang tak bisa berjualan khususnya penjual sate persis di samping penggalian, menurutnya untuk sementara bisa beralih tempat untuk berjualan. Demikian halnya dengan penjual lain, tentu tidak mendapat pembeli karena minimnya pengendara yang melintas.
Baca juga: Proyek Tak Sesuai Usulan Awal, Peningkatan Saluran Drainase HM Ardans Dipertanyakan
“Itu memang sudah menjadi risiko setiap pembangunan, setelah itu kan bagus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pandangan warga yang menilai lambannya pengerjaan tentu memiliki alasan tersendiri. Menurutnya akhir-akhir ini kerap terjadi hujan di Kota Taman, sehingga air yang tergenang di galian itu harus disedot dulu agar dapat kembali dikerjakan.
“Untuk meminimalisir waktu, dikerjakan dulu bagian parit. Jadi mana yang memungkinkan, itu dulu yang dikerjakan. Harus sesuai target,” tuturnya.
Diketahui, kegiatan pengangkatan saluran drainase itu dikerjakan menggunakan dana APBD Bontang tahun 2019, dengan nilai Rp 1,3 miliar. Selain itu, akan diselesaikan selama 129 hari kalender sejak dimulainya 15 Agustus lalu. (*/rsy/prokal)







