• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Banjir di Bontang Baru, PUPRK Butuh Saran dari Warga

by M Zulfikar Akbar
27 November 2019, 15:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang akan meninjau permukiman warga RT 11,Kelurahan Bontang Baru. (ADIEL KUNDHARA/KP/prokal)

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang akan meninjau permukiman warga RT 11,Kelurahan Bontang Baru. (ADIEL KUNDHARA/KP/prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG–RT 11, Kelurahan Bontang Baru, menjadi daerah langganan genangan air setelah hujan.  Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Karel mengatakan, kondisi itu terjadi lantaran daerah tersebut padat permukiman.

Ditambah dengan kondisi parit yang tidak ideal. Karena hanya selebar 1,2 meter. Sementara aliran air dari kawasan Plaza Taman atau Ramayana, depan Makodim 0908/BTG, dan belakang Rumah Sakit Amalia menuju satu parit tersebut.

“Itu jelas tidak mampu debit air yang tinggi. Tetapi bagaimana sementara di lokasi itu sudah padat permukiman,” kata Karel.

Menurut dia, sekitar parit dibiarkan lahan terbuka untuk tidak dibangun. Hal itu bertujuan memudahkan bila terjadi pelebaran parit di kemudian hari. Faktanya, atas parit pun kini telah tertutup sebagai akses warga. Belum lagi dengan tembok hunian warga yang tepat di tepi parit. Sehingga pelebaran mustahil dilakukan.

Baca Juga:  Proyek Drainase HM Ardans, DPUPRK Akui Tak Lakukan Sosialisasi

Dalam waktu dekat, dia bakal meninjau kawasan tersebut untuk mencari solusi. Termasuk dengan meminta saran dari warga terkait penanganan permasalahan tersebut. Terkait dengan usulan sodetan parit, dia belum dapat memberikan keterangan. Sebelum melakukan tinjauan lapangan terlebih dahulu.

“Saya akan temui ketua RT untuk duduk bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Maksi Dwiyanto menuturkan, seharusnya aliran parit besar di lokasi tersebut membutuhkan sodetan. Supaya dari kawasan depan Makodim 0908/BTG mengalir ke aliran lainnya.

“Seharusnya yang dari depan Makodim itu diarahkan ke Salebba maupun Tanjung Limau,” kata Maksi.

Hal itu sudah direncanakan ketika DPKPP masih berada dalam kesatuan Dinas PUPRK. Saat ini, DPKPP lebih mengarah ke penyediaan ruang terbuka hijau (RTH). Rencananya, tahun depan dibangun RTH di depan SMAN 1 Bontang. Luasan lahan di area itu berkisar 3.000 meter.

Baca Juga:  Proyek Pipa PDAM Disorot Komisi III, Bakal Minta Keterangan Dinas PUPRK

“RTH yang berkonsep polder. Terdiri dari kolam besar untuk menampung sementara air sebelum ke muara,” kata ujarnya.

Bangunan itu pun dapat menjadi langkah antisipasi ketika aliran air tertahan. Terkhusus saat situasi air laut mengalami pasang. Diberitakan sebelumnya, warga RT 11 mengeluhkan terjadinya genangan air sesudah 30 menit turun hujan. Kondisi itu dialami sejak 2005. Ketinggian genangan bahkan mencapai 60 sentimeter.

Warga RT 11 Imam Sujarwo mengatakan, air berasal dari parit yang melintas di lokasi tersebut. Air itu meluber hingga badan akses gang kemudian menuju permukiman. Sebab, bangunan hunian warga ini konturnya lebih rendah dibandingkan parit.

“Jadi, airnya lari ke sini semua,” ucapnya.

Baca Juga:  Soal Pengerjaan Gorong-Gorong, Anggota DPRD Sebut Pihak Inilah yang Salah...

Genangan air ini tidak berangsur lama. Dijelaskan dia, butuh waktu sekira 30 menit setelah hujan reda agar air kembali surut. Bila terjadi genangan dampak yang terjadi ialah aktivitas keseharian warga menjadi terganggu. (*/ak/kri/k8/prokal)

Tags: banjir. genangan airbontang baruDinas PUPRKdpkpp
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jelang Pilkada, Kejati Kaltim Ambil Alih Kasus Perusda AUJ

Next Post

Permintaan Tambahan Subsidi Transportasi Guru di Pesisir, Dewan Sepakat, Begini Sikap Wali Kota

Related Posts

Semenisasi Jalan Tembus Bontang Kuala Dapat Suntikan DAK Rp6,5 Miliar
Bontang

Semenisasi Jalan Tembus Bontang Kuala Dapat Suntikan DAK Rp6,5 Miliar

15 November 2025, 08:00
Dinas PUPRK Bontang Mangkir pada Pembahasan RKPD
Bontang

Dinas PUPRK Bontang Mangkir pada Pembahasan RKPD

6 Februari 2023, 10:50
Bontang Baru Masuk Project Percontohan Desa Kerukunan
Breaking News

Bontang Baru Masuk Project Percontohan Desa Kerukunan

29 Mei 2021, 09:00
Tabrak Pohon, Seorang Warga Bontang Baru Meninggal di Tempat
Bontang

Tabrak Pohon, Seorang Warga Bontang Baru Meninggal di Tempat

20 Agustus 2020, 13:39
Dini Hari, RT 15 Kampung Jawa Membara
Bontang

Dini Hari, RT 15 Kampung Jawa Membara

21 Juni 2020, 02:00
RT 1 Bontang Baru Digegerkan Penemuan Mayat
Bontang

RT 1 Bontang Baru Digegerkan Penemuan Mayat

2 April 2020, 18:10

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.