• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Wakil Ketua DPRD Tolak Penghapusan UN, Ini Alasannya

by M Zulfikar Akbar
13 Desember 2019, 17:30
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Agus Haris. dok/KP

Agus Haris. dok/KP

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Wacana penghapusan ujian nasional (UN) pada 2021 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ditolak oleh Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris. Politisi Partai Gerindra ini menilai penghapusan itu dapat menyebabkan dampak. Terutama semangat belajar bagi para siswa.

“Akhirnya siswa menjadi santai dan tidak ada semangat untuk belajar,” kata Agus Haris.

Tak hanya itu, penghapusan itu pun diyakini berefek bagi tenaga pengajar. Pasalnya, guru tidak akan terlalu pusing menyiapkan materi untuk proses belajar mengajar esok harinya.

Ia meyakini hasil evaluasi pembelajaran bakal lebih rendah dengan standar nasional, jika UN dihapus. Bahkan, nilainya pun bakal turun jika dibandingkan negara lain di tingkat Asia Tenggara.

Baca Juga:  Ketua Dewan Minta Masyarakat Aktif Laporkan Aktivitas Prostitusi

Selain itu, guru mata pelajaran menjadi memiliki kekuatan terhadap evaluasi pembelajaran di kelas. Akibatnya, penilaian tidak lagi bersifat obyektif.

“Guru akan sulit menentukan hasil evaluasi proses itu karena akan berbenturan dengan kepentingan lain,” tutur dia.

Ketua DPC Gerindra Bontang ini memandang sebenarnya sistem penyelenggara pendidikan di Indonesia sudah bagus. Agus pun menilai wacana yang dikeluarkan oleh Mendikbud tidak selaras dengan konsep pendidikan. Bahkan, ia menyoroti background menteri yang sebelumnya bergerak di bidang usaha jasa transportasi tersebut.

“Inilah kalau Mendikbud diambil dari pengusaha. Jadi pikirannya usaha saja. Begitulah kalau menteri yang dipilih presiden tidak linier. Bagaimana mungkin meminta dari bawah untuk linier kalau di atasnya begitu,” sebutnya.

Baca Juga:  Pasca Pelatihan, AH Minta Pemkot Beri Pendampingan Lanjutan bagi Difabel

Salah satu wacana yang paling disorot ialah pelarangan orangtua mengantar putra-putrinya ke sekolah. Agus menilai menteri terkesan turut memikirkan nasib dunia usaha yang digelutinya.

“Tujuannya kan agar murid ini ke sekolah pakai ojek online,” sindir Agus.

Menurutnya, terobosan baru di dunia pendidikan yang dapat diterapkan ialah penambahan aspek religius bagi siswa. Bentuknya dengan menambah jam mata pelajaran agama.

“Apa artinya kalau pintar secara pengetahuan tetapi lemah dari pemahaman agama. Akhirnya sia-sia memberikan ilmu kepada siswa,” pungkasnya. (*/ak/kp)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Agus Harisdprd bontangmendikbudnadiem makarimujian nasional
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dituding Terima Suap dari Tiongkok soal Uighur, Ini Bantahan Muhammadiyah

Next Post

Sempat Diklaim Malaysia, UNESCO Akui Pencak Silat Warisan Budaya Indonesia

Related Posts

Hakim Tolak Gugatan Nadiem Makarim, Status Tersangka Korupsi Dinyatakan Sah
Nasional

Hakim Tolak Gugatan Nadiem Makarim, Status Tersangka Korupsi Dinyatakan Sah

14 Oktober 2025, 08:30
Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans
Bontang

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans

3 September 2025, 12:30
Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan

29 Agustus 2025, 15:00
DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD
DPRD Bontang

DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD

29 Agustus 2025, 11:53
Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026

29 Agustus 2025, 11:00
Proyek SDN 007 Bontang Utara Jadi Sorotan DPRD, Terlambat Lelang Dikhawatirkan Molor
DPRD Bontang

Komisi A DPRD Bontang Usul Operasi Timbang Serentak Dilaksanakan Berkala

29 Agustus 2025, 10:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.