• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Natuna Jadi Tempat Karantina, Pemerintah Sebut Diputuskan Mendadak

by M Zulfikar Akbar
4 Februari 2020, 09:17
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Suasana hari pertama di lokasi observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Cina di sebuah hanggar di Lanud Raden Sadjad, Natuna dalam foto yang diunggah pada Senin, 3 Februari 2020. Sebanyak 238 WNI menjalani masa karantina selama 14 hari untuk memastikan tidak tertular virus corona. (Twitter/@Kemenkes)

Suasana hari pertama di lokasi observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Cina di sebuah hanggar di Lanud Raden Sadjad, Natuna dalam foto yang diunggah pada Senin, 3 Februari 2020. Sebanyak 238 WNI menjalani masa karantina selama 14 hari untuk memastikan tidak tertular virus corona. (Twitter/@Kemenkes)

Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui keputusan memilih Natuna sebagai tempat karantina atau observasi 243 WNI yang pulang dari Tiongkok, diambil mendadak.

“Memang ada masalah komunikasi karena memang keputusan sangat-sangat mendadak,” kata Muhadjir saat ditemui di Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020).

Ia memahami jika pemerintah masih belum dapat memberikan pemahaman yang cukup tentang kebijakan karantina itu pada masyarakat setempat. Bahkan, kekhawatiran masyarakat terhadap Virus Korona, diperparah dengan banyaknya kabar bohong atau hoaks yang mereka terima.

“Wajar (mereka takut), karena pengaruh berita hoaks dan simpang siur yang cenderung memperseram penyakit itu,” kata Muhadjir.

Karena itu, Muhadjir mengatakan ia telah turun langsung ke masyarakat setempat, untuk meredakan suasana yang sempat memanas. Di sana, ia mengaku bertemu dengan pemuka masyarakat seperti Ketua Lembaga Adat Melayu setempat, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Meski begitu, Muhadjir mengakui belum semua masyarakat menerima program ini.

Baca Juga:  Efek Lockdown di India, Himalaya terlihat Setelah 30 Tahun

Muhadjir yakin lambat laun, masyarakat akan menerima hal ini. Pasalnya, pemerintah telah menegaskan bahwa 243 orang yang dibawa pulang ke Indonesia dari Wuhan, Tiongkok, ada dalam kondisi sehat. Rangkaian proses karantina dan observasi yang mereka jalani di Natuna, hanyalah bagian dari prosedur kesehatan, sebelum mereka dikembalikan ke keluarga masing-masing.

“Kalau sudah mengerti bahwa mereka ini orang-orang sehat, bukan untuk dikarantinakan, bukan diasingkan, hanya tempat observasi, mengamati selama 14 hari akan dilihat, karena untuk memastikan memang betul-betul sehat. Begitu aja,” kata Muhadjir. (tempo)

Source: Tempo
Tags: coronaviruskarantina wnimuhadjir effendynatunavirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Arsenal Cuma Imbang, Mikel Arteta Salahkan Rumput

Next Post

Mati Mesin Di Selat Sunda, Seratusan Penumpang Kapal Feri Dievakuasi

Related Posts

Masyarakat Diimbau Ikuti Protokol Kesehatan saat Salat Iduladha
Nasional

Masyarakat Diimbau Ikuti Protokol Kesehatan saat Salat Iduladha

10 Juli 2020, 09:00
69 Orang Tunggu Hasil Swab, BTG 10 Tidak Isolasi Mandiri
Nasional

Kemendag Diminta Seragamkan Harga Alat Tes Swab

7 Juni 2020, 12:00
Pemerintah Geser Cuti Bersama Idul Fitri ke Desember
Nasional

Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Lebaran tanpa Cuti Bersama

21 Mei 2020, 11:00
Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.